/
Sabtu, 10 Desember 2022 | 14:51 WIB
Kuasa hukum untuk keluarga Brigadir J, Kamaruddin Siamanjuntak. (Foto Istimewa / Tangkapan Layar Youtube)

"Perlu dipahami fakta tentang Kekerasan Seksual ini secara hukum, tetap tidak akan menghilangkan pertanggungjawaban pelaku pembunuhan," jelas Febri Diansyah dalam Twitter dirinya, Selasa (25/10) lalu.

Menurut Febri Diansyah kekerasan seksual yang dialami oleh Putri Candrawathi, masih menjadi fakta yang harus tetap dibahas dalam pengadilan.

Febri mengklaim ada beberapa bukti lain berdasarkan dari saksi petunjuk.

"Bukti pertama Keterangan Korban, Putri Candrawathi. Disampaikan pada Penyidik dan dituangkan di BAP tanggal 26 Agustus 2022," kata Febri.

Hasil pemeriksaan forensik Nomor: 056/E/HPPF/APSIFOR/IX/2022 pada tanggal 6 September 2022, juga turut menjadi lampiran bukti atas kekerasan seksual yang dilaporkan Putri Candrawathi.

"Bukti dua tersebut merupakan Hasil Pemeriksaan Psikologi Forensik, terhadap semua tersangka, saksi & korban. Dokumennya tertulis PRO JUSTICIA," ungkap Febri Diansyah.

Sidang dugaan kasus pembunuhan berencana terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi (sumber: Suara.com - Alfian Winanto)

Dalam dokumen Pro Justicia itu menandakan kalau pihak yang meminta pemeriksaan bukan Kuasa Hukum melainkan Penyidik.

Febri menybut bukti ketiga yakni keterangan ahli dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Psikolog tanggal 9 September 2022 lalu. Poin pokok yang disampaikan itu didapatkan informasi yang konsisten kata Febri.

“Telah terjadi kekerasan seksual tersebut merupakan suatu tindakan yang tidak diduga serta tidak dikehendaki korban," beber Febri Diansyah.

Baca Juga: Jadi Korban Pemerkosaan, Prajurit Wanita Ini Terancam Dipecat, Panglima TNI Andika Perkasa Beberkan Alasanya

Untuk bukti keempat yakni keterangan dari saksi yang diyakini oleh Febri kalau kliennya sudah mendapatkan kekerasan seksual. Hal itu kata Febri disaksikan dua orang di peristiwan Magelang.

"Dua saksi yang melihat secara jelas peristiwa di luar kamar, ketika menemukan Bu Putri tergeletak pingsan dengan pakaian tidak proper. Keringat dingin di depan pintu kamar dekat tempat pakaian kotor dan melihat kamar berantakan. Saksi lain yang mengkonfirmasi situasi pasca kejadian KS," terangnya menjabarkan.

Sumber: Suara.com

Load More