/
Sabtu, 17 Desember 2022 | 11:44 WIB
Tim kuasa hukum terdakwa Ferdy Sambo mendapatkan ultimatum dari kuasa hukum Bharada E untuk tidak membuat jebakan terhadap kliennya (Foto: Suara.com / ANTARA FOTO - Galih Pradipta)

SuaraCianjur.id- Ferdy Sambo mengaku kalau dirinya gagal menjalankan skenario liciknya dalam menutupi kasus tewasnya Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat yang tewas dihujam peluru.

Gagalnya skenario Sambo karena faktor dari rekaman kamera CCTV di kompleks Polri Duren Tiga, yang memperlihatkan Brigadir J masih masih hidup, ketika sebelum tiba di rumah dinas Kadiv Propam Polri.

Ferdy Sambo menyampaikan hal itu, ketika dirinya menjadi saksi di sidang obstruction of justice atau merintangi penyidikan Brigadir J, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (16/12) kemarin.

Suami dari Putri Candrawathi ini menjadi saksi bagi terdakwa Irfan Widyanto.

Majelis Hakim menggali informasi dari Ferdy Sambo soal alasannya memerintahkan Hendra Kurniawan untuk melakukan pengecekan terhadap rekaman CCTV di Duren Tiga.

Ferdy Sambo emngaku kalau dirinya memiliki tujuan awal untuk melakukan pengecekan CCTV itu supaya bisa memuluskan skenario yang telah dibuatnya.

"Bukan siapa tahu kan bisa mendukung skenario ternyata kan tidak," kata Sambo, dikutip dari Suara.com, Sabtu (17/12/2022).

Ferdy Sambo pun mengatakan kalau dirinya tidak pernah menyangka kalau Brigadir J akan terekam CCTV ketika masih hidup, sebelum dia tiba di rumah dinas.

"Pada saat itu belum," jelas Sambo.

Baca Juga: 6 PNS Angkuh di Pemprov Sulut Tabrak Pengendara Motor Enggan Minta Maaf, Ancam Cari Korban Kalau Video Viral

"Dari mana saudara mengatakan pengecekan itu moga-moga akan mendukung skenario saudara itu?" cecar hakim.

"Karena kan saya tidak tahu kalau posisi Yosua itu jalan seperti yang ada di CCTV yang mulia," ungkap Sambo menimpali Hakim.

dari hasil pemeriksaan tes poligraf menyebutkan kalau Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo berbohong berbeda dengan Ricky Rizal dan Bharada E yang jujur. (sumber: Foto: Suara.com /ANTARA FOTO- Galih Pradipta)

Sambo berharap kalau Brigadir J tidak terekam dalam kamera CCTV. Dengan terlihatnya Brigadir J dalam rekaman, Sambo menyebut skenario yang telah disusun berantakan. Dia

"Harapannya sih seperti itu yang mulia," sebut Sambo.

Ferdy Sambo mengatakan dirinya memberikan perintah kepada mantan Karo Paminal Hendra Kurniawan, untuk menyisir rekaman CCTV yang ada di sekitar Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan usai Brigadir J tewas di tanggal 8 Juli 2022.

Ferdy Sambo mengaku kalau dirinya cuma memberikan perintah kepada Hendra Kurniawan untuk mengecek CCTV saja di sekitar rumah dinasnya.

Load More