/
Jum'at, 20 Januari 2023 | 10:41 WIB
Ilustrasi Tahun Baru Imlek (Wikimedia Commons)

SuaraCianjur.id - Warga Tionghoa kembali merayakan tahun baru Imlek 23 Januari 2023 mendatang.  Tahun Baru Imlek 2023 yang juga disebut 'Tahun Kelinci' ini rupanya memiliki serangkaian tradisi yang menarik.

Ada sejumlah tradisi unik yang biasanya mewarnai perayaan Imlek, mulai dari jenis makanan hingga kegiatan budaya lainnya.

Selain itu, ada pula sejumlah pantangan atau hal-hal bersifat tabu untuk dilakukan, dibeli, maupun dimakan saat perayaan Tahun Baru Imlek. 

Selain pantangan pada tangga 1, ada pula beberapa pantangan yang tidak boleh dilakukan sepanjang musim Imlek, yaitu dari tanggal 1 hingga tanggal 15 tahun baru Imlek.

Melansir China Highlights, berikut adalah pantangan saat perayaan Imlek.

1. Makan bubur

Bubur tidak boleh dimakan saat perayaan Imlek. Oleh karena itu, hampir dipastikan tidak akan ada bubur yang tersaji di meja makan orang Tionghoa saat perayaan Imlek.

Hal ini dikarenakan Warga Tionghoa meyakini bubur dianggap dapat menghalangi rezeki dan mendatangkan kemiskinan.

2. Mencuci dan keramas

Baca Juga: Tottenham Kalah Lagi! Antonio Conte, Pecat Atau Mundur?

Warga Tionghoa tidak mencuci baju pada hari pertama dan kedua Imlek. Pantangan ini berkaitan dengan hari ulang tahun Shuishen atau Dewa Air yang berlangsung pada hari tersebut.

Orang Tionghoa juga pantang berkeramas pada saat hari pertama perayaan Imlek. Dalam bahasa China, rambut memiliki pengucapan dan karakter yang sama dengan fa di dalam facai, yang memiliki makna "untuk menjadi kaya".

Keramas merupakan simbol menghapus atau mengurangi keberuntungan sepanjang tahun berikutnya. 

3. Menjahit

Penggunaan pisau ataupun gunting dihindari karena dianggap dapat memicu kemalangan ataupun kejadian yang tidak diinginkan.

Oleh karena itu, menjahit atau melakukan aktivitas dengan benda tajam seperti pisau dan gunting umumnya dihindari saat perayaan Imlek. 

Selain itu, menjahit juga dianggap dapat merusak rezeki yang diterima.

4. Menangis

Menangis juga dipercaya menjadi lambang kesedihan dan hukuman, khususnya anak-anak.

Tangisan anak-anak dianggap membawa kesialan bagi keluarga. Saat perayaan Imlek, para orang tua berusaha sebisa mungkin untuk menjaga anaknya tidak menangis.

Oleh karena itu, biasanya sangat dihindari melakukan tindakan yang dapat menyebabkan tangisan anak-anak. 

5. Menyapu dan buang sampah

Biasanya, sehari menjelang Imlek sebelum tengah malam, rumah orang Tionghoa sudah dibersihkan dan dirapikan. 

Hal ini karena menyapu dan membuang sampah saat perayaan Imlek dipercaya dapat membuat kesialan di rumah tersebut.

Selain itu, ada pula kepercayaan yang mengatakan bahwa tindakan tersebut berarti membersihkan rezeki dari anggota keluarga di rumah. (*)

Load More