SuaraCianjur.id- Tuntutan dua tahun penjara yang dilayangkan oleh Jaksa penuntut umum (JPU) kepada terdakwa Baiquni Wibowo dalam perkara obstruction of justice atas tewasnya Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J adalah wajar.
Mantan anak buah Ferdy Sambo tersebut dituntut dua tahun oleh Jaksa karena merujuk kepada pasal yang didakwakan terhadap Baiquni. Sehingga Baiquni bisa saja dituntut oleh Jaksa dengan hukuman 10 tahun penjara.
"Tuntutan dua tahun patut jika dibandingkan dengan ancaman maksimal pasal a quo, yakni 10 tahun," katra JPU dalam sidang replik di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (6/2/2023).
Jaksa juga menilai kalau perbuatan yang dilakukan oleh Baiquni dengan mengakses sampai menyalin rekaman DVR CCTV di kompleks Polri Duren Tiga adalah sebuah tindakan yang melanggar hukum atau ilegal.
Namun menurut Jaksa apa yang sudah dilakukan oleh Baiquni tidak ada maksud untuk menutup soal fakta dari kejadian tewasnya Brigadir J.
"Saat melakukan permintaan DVR secara ilegal tanpa surat tugas dan surat perintah, tidak pernah ada niat untuk menutupi fakta," kata Jaksa.
"Perbuatan membuka, mengakses, DVR CCTV pos security Kompleks Polri Duren Tiga secara ilegal dan tidak sesuai SOP dan prosedur barang bukti digital forensik, menyalin atau mengcopy dan menghapus informasi atau dokumen elektronik berupa rekaman DVR CCTV yang mengakibatkan terganggungnya sistem elektronik DVR," jelasnya menambahkan.
Jaksa tetap meminta kepada hakim persidangan untuk menolak pledioi atau nota pembelaan Baiquni dalam perkara ini.
"Maka untuk itu dalil penasihat hukum harus dikesampingkan. Menolak seluruh pleidoi dari tim penasihat hukum terdakwa Baiquni Wibowo dan dari terdakwa Baiquni Wibowo," jelas jaksa.
Baca Juga: Mahfud MD Yakin Hakim Beri Vonis Adil Buat Ferdy Sambo, Tak Terpengaruh Tipuan Debat
Baiquni juga pada sidang sebelumya, meminta kepada Hakim supaya dirinya dibebaskan dari segela tuntutan yang sudah dilayangkan oleh Jaksa.
“Memohon kepada majelis hakim, agar membebaskan terdakwa Baiquni Wibowo dari segala dakwaan yang diajukan oleh Penuntut Umum (vrijspaark) dan dari tahanan,” kata tim kuasa hukum Baiquni.
Seperti yang diketahui kalau Baiquni Wibowo dituntut oleh Jaksa dengan hukuman dua tahun penjara dan denda Rp10 juta. (*)
Sumber: Suara.com
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan