/
Rabu, 15 Februari 2023 | 12:01 WIB
Kapten Martin Philips disandera oleh OPM (Youtube Suara.com)

SuaraCianjur.id - Teka teki penyandraan pilot Susi Air, Phillip Marten terkuak sudah, setelah sebelumnya ditampik oleh Panglima TNI. Tentara Pembebasan Nasional Papua Bara-Organisasi Papua Merdek  (TPNPB-OPM), merilis video yang memperlihatkan penyanderaan kepada Philip. Dalam video tersebut dijelaskan alasan penyaderaan kepada Kapten Philip Marten.

"Kami tangkap pilot ini dari Paro, kami tangkap pilot ini karena TNI tidak pernah mengakui Papua merdeka. Jadi kami tangkap pilot karena semua negara harus buka mata untuk Papua merdeka," ucap anggota TPNPB-OPM dilihat pada Rabu (15/2/2023). 

Perilisan video ini juga sebagai bantahan kepada Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono yang mengatakan bahwa tidak ada penyanderaan terhadap pilot Susi Air oleh OPM. 

"Kami sampaikan bahwa Panglima TNI adalah pembohong besar, karena TPNPB sudah mengakui bertanggung jawab atas bakar pesawat dan sandera pilot Susi Air yang berwarga negara Selandia Baru, dan kami tepati janji kami dan bertanggungjawab secara politik," ujar Sambom, juru bicara TPNPB-OPM.

Bagi OPM, penyaderaan ini akan menjadi alat jaminan dalam negoisasi politik dengan Indonesia. TPNPB-OPM meminta agar pemerintah Indonesia melepaskan Papua agar merdeka dengan jaminan Philip. 

Sebelumnya, pesawat Susi Air menjadi korban pembajakan oleh kelompok separatis TPNPB-OPM. Insiden ini terjadi pada Selasa, 7 Februari 2023, di Lapangan Terbang Apro, pukul 06.17 WIT.

Menurut laporan, pesawat PK-BVY yang ditumpangi oleh Philip Marthens dan kelima penumpang Susi Air lainnya, yakni Demanus Gwijangge, Minda Gwijangge, Pelenus Gwijangge, Meita Gwijangge, dan Wetina W, dirusak oleh kelompok separatis TPNPB-OPM pimpinan Egianus Kogoya setelah mendarat di Lapangan Terbang Apro. Kelompok tersebut memaksa pesawat mendarat dengan menembakkan senjata ke udara. (*)
 

Load More