- SIG ekspor perdana 11.275 MT semen ke Reunion Island, Prancis, via Teluk Bayur.
- Produk raih sertifikat CE, bukti semen hijau SIG penuhi standar ketat Uni Eropa.
- Ekspor dilakukan untuk tingkatkan utilisasi dan dukung pembangunan berkelanjutan.
Suara.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) makin agresif mengepakkan sayap di pasar internasional. Tak tanggung-tanggung, raksasa semen pelat merah ini baru saja mencetak sejarah dengan menembus pasar Eropa melalui pengiriman perdana ke Reunion Island, wilayah teritori Prancis.
Melalui anak usahanya, PT Semen Padang, SIG mengirimkan 11.275 metrik ton (MT) semen dari Pelabuhan Teluk Bayur. Pengiriman ini adalah batch pertama dari total kontrak 31.500 MT yang dijadwalkan mengalir hingga Juli 2026.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengungkapkan bahwa langkah ini bukan sekadar ekspansi biasa, melainkan bukti nyata kualitas produk dalam negeri di mata dunia.
"Ekspor ke Reunion Island menunjukkan komitmen SIG memperkuat posisi di pasar global. Ini juga menjadi pengakuan atas keunggulan produk semen SIG yang ramah lingkungan," ujar Indrieffouny dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).
Apa yang membuat semen Indonesia bisa lolos ke pasar Eropa yang dikenal ketat? Kuncinya ada pada sertifikasi CE (Conformité Européenne). Produk semen tipe CEM I 52.5 N milik SIG telah mengantongi label ini, yang berarti produk tersebut memenuhi standar keselamatan dan perlindungan lingkungan tertinggi versi Uni Eropa.
Indrieffouny menyebut label "semen hijau" menjadi senjata utama (competitive advantage) perusahaan untuk bersaing di kancah global. Mengingat Reunion Island tengah gencar membangun infrastruktur, SIG melihat peluang besar untuk memasok material bangunan lainnya di masa depan.
"Di samping memperkuat pasar domestik, SIG memaksimalkan potensi pasar global untuk meningkatkan utilisasi dan kinerja perusahaan," tambahnya.
Langkah ini merupakan bagian dari transformasi strategis SIG. Dengan menggandeng mitra global yang fokus pada solusi berkelanjutan dan emisi karbon rendah, SIG optimistis bisa terus berkontribusi pada pembangunan dunia tanpa merusak bumi.
Baca Juga: Jadwal 'Brutal' Tak Halangi Dewa United, Jan Olde Riekerink Puji Mental Banten Warriors
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang