SuaraCianjur.id – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, mempertanyakan DPR yang hanya diam saja terhadap kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Ferdy Sambo dkk. Hal ini dia sampaikan saat diwawancara dalam acara Kick Andy, dilihat (22/2/2023).
Dalam kasus Ferdy Sambo, Mahfud MD diketahui sangat aktif memberikan komentar melalui cuitan twitternya. Menurut pewawancara, Andy F Noya, banyak publik yang menilai bahwa Mahfud MD sebagai Menkopolhukam harusnya diam.
“Terlepas anda menganggap diri anda netral atau tidak bermaksud membentuk opini, tapi karna anda Menteri, pak Mahfud ini harusnya diam, jadi anda keberatan kalau ada yang mengatakan bahwa anda membentuk opini masyarakat pada saat proses hukum (kasus Sambo) berjalan,” ujar Andy F Noya.
Lantas Mahfud memberikan tanggapan bahwa dirinya ingin membentuk good opini.
“Tidak-tidak keberatan sama sekali, saya memang ingin membentuk good opini, agar opininya tidak sesar, agar opininya benar sesuai dengan apa yang saya yakini,” ucap Mahfud MD.
Mahfud MD tegaskan bahwa dirinya membentuk opini di media sosial dengan secara objektif.
“Saya gunakan medsos dan itu objektif tidak ada yang melanggar hukum, siapaun yang tidak sependapat lawan disitu, kalau saya melanggar hukum bawa ke forum hukum, karna saya terukur,” lanjut Mahfud MD.
Dalam kesempatan ini juga, Mahfud MD menyoroti soal DPR yang diam saja terhadap kasus Ferdy Sambo.
“Lalu ada orang DPR bilang, itu kenapa Menkopolhukam kok ngomong, kok jadi komentator, bukan Menteri koordinator, lalu saya balik, loh selama ini DPR sering ngomong yang kaya gini, kenapa di dalam kasus sambo ini ko diem,” ujar Mahfud MD.
Baca Juga: Zainuddin Amali Pilih Mundur Dari Jabatan Menpora, Jokowi: Belum Ada Surat Resminya
Kemudia, Mahfud MD juga menegaskan bahwa ada anggota DPR, Komnas HAM, dan Kompolna yang yang dipanggil oleh Ferdy Sambo. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?