SuaraCianjur.id - Terpidana kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Bharada Richard Eliezer alias Bharada E dipindahkan kembali ke Rutan Bareskrim Polri dari Lapas Salemba Senin (27/2/2023) malam.
Kejadian tersebut berlangsung dramatis lantaran Richard Eliezer dikawal LPSK saat dijemput keluar dari Lapas Salemba. Diketahui Richard Eliezer baru menempati Lapas Salemba Senin siang pada pukul 14.40 WIB.
Ternyata, pemindahan kembali Bharada E tersebut lantaran ada rekomendasi dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang khawatir atas keamanan Richard Eliezer di Lapas Salemba.
Ada apa dengan Rutan Salemba? Benarkah ada 'ancaman' yang sudah menanti Richard Eliezer di sana jika tidak buru-buru dipindahkan ke Rutan Bareskrim? Apakah isu sel khusus di Rutan Bareskrim nyata adanya? Simak ulasannya dalam kompilasi berita SuaraCianjur berikut ini.
Richard Eliezer Batal Tempati Lapas Salemba, Kembali ke Rutan Bareskrim
Bharada Richard Eliezer (Bharada E) batal menempati Lapas Salemba sebagai narapidana. Atas alasan keselamatan, ia kembali ditahan di Rutan Bareskrim Polri.
Keputusan mendadak tersebut hanya beberapa jam setelah Bharada E dikirim ke Lapas Salemba pada Senin (27/2/2023) siang. Malamnya, ia dikembalikan ke Rutan Bareskrim.
Kabag Humas Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Rika Aprianti mengatakan, Richard Elizer dikembalikan ke Rutan Bareskrim Polri atas rekomendasi dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
“Berdasarkan rekomendasi LPSK dengan pertimbangan keamanan, (Bharada) Richard Eliezer selanjutnya menjalankan pidana di Rutan (Rumah Tahanan) Bareskrim,” terang di Lapas Salemba Jakarta Pusat, dilansir dari Suara.com, Selasa (28/2/2023).
Alhasil, Eliezer hanya beberapa jam menempati Lapas Salemba. Elizer sendiri datang dari Rutan Bareskrim ke Lapas Salemba sekitar pukul 14.40 WIB sebelum kembali ke Rutan Bareskrim Polri Senin tengah malam.
Baca Juga: Secret Invasion: Adaptasi Komik Marvel ke Layar Kaca MCU Fase 5
Baca berita selengkapnya pada tautan ini.
Wamenkumham Bantah Lapas Salemba Tidak Aman untuk Bharada E
Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej membantah anggapan bahwa Lapas Kelas IIA Salemba, Jakarta Pusat tidak aman untuk terpidana Richard Eliezer atau Bharada E.
"Bukan persoalan Lapas Salemba aman atau tidak, tapi karena terjadi over (penghuni) yang luar biasa," kata Edward di Banda Aceh, Selasa (28-02-2023).
Menurutnya, keadaan Lapas Salemba yang sudah kelebihan penghuni itu belum memenuhi standar yang ditetapkan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), mengingat Richard Eliezer menyandang status sebagai justice collaborator.
Baca lanjutan statement Wamenkumham di Sini.
Tidak Ada Sel Khusus untuk Richard Eliezer
Sempat mencuri perhatian setelah hanya menetap di Lapas Salemba kurang dari satu hari, Terpidana Bharada Richard Eliezer alias Bharada E sempat diisukan akan menempati sel khusus.
Tag
Berita Terkait
-
Inilah Enam Alasan Richard Eliezer Tidak Dipecat dalam Sidang Etik Polri Menurut Humas Polri
-
Hasil Sidang Kode Etik, Richard Eliezer Tetap Jadi Anggota Polri, Justice Collaborator Jadi Penyelamat
-
KKEP Buka Suara, 9 Pertimbangan Ini yang Membuat Bharada E Tetap Jadi Anggota Polri
-
Soal Nasib Richard Eliezer di Kepolisian, Kapolri: Sedang Menyusun Komisi Kode Etik
-
Kembali Panas, Kejagung Ajukan Banding ke Pengadilan Tinggi Negeri Jakarta Atas Vonis Hukuman Mati Kepada Ferdy Sambo
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring
-
Gus Thuba Kawal Santriwati Polisikan Oknum Pengasuh Yayasan Cabul
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Sinopsis My Fiction, Drama Thriller Jepang yang Dibintangi Yuta Tamamori
-
Rahasia Skin Prep Jennifer Coppen Jelang Pernikahan, Kulit Glowing dari Siraman hingga Resepsi