SuaraCianjur.id- Tersangka kasus penganiayaan Mario Dandy Satrio terhadap David Ozora hingga dibuat koma dan dirawat di rumah sakit, berpotensi dikenai pasal yang lebih berat.
Bahkan Menko Polhukam, Mahfud MD juga sepakat kalau anak pejabat dari Ditjen Pajak tersebut bisa dijerat pasal berat.
"Dalam kasus ini kalau kita melihat aksinya yang begitu brutal tanpa perikemanusiaan, saya mungkin agak setuju kalau diterapkan Pasal 351. Karena memang itu mungkin," ungkap Mahfud MD kepada media di RS Mayapada Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, seperti dilansir dari Suara.com, Rabu (1/3/2023).
Sebagai informasi Mario Dandy dijerat dengan Pasal 76c junto Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun subsider Pasal 351 ayat 2 tentang penganiayaan berat dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun.
Tapi bagi Mahfud MD dirinya lebih setuju kalau Mario dijerat oleh pasal yang lebih berat, karena kelakuannya yang melakukan penganiayaan secara brutal kepada David, yang diduga turut direncanakan.
"Tetapi saya akan jauh lebih setuju dan mendukung untuk mencoba menerapkan pasal yang lebih tegas untuk membuat anak-anak muda, untuk membuat orang tua mendidik anak-anaknya dengan baik, diterapkan pasal 354 dan 355," terang Mahfud MD.
Sementara itu bunyi dari pasal 354 KUHP yalni barang siapa sengaja melukai berat orang lain, diancam karena melakukan penganiayaan berat dengan pidana penjara paling lama 8 tahun.
Jika perbuatan tersebut berakibatkan kematian, maka yang bersalah bisa diancam pidana penjara 10 tahun paling lama.
Sementara itu, kalau pasal 355 KUHP (1) terkait dengan penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencana terlebih dahulu, maka diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. (2) Jika perbuatan itu mengakibatkan kematian, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.
Aksi penganiayaan yang dilakukan oleh Mario anak dari salah satu pejabat yang ada di lignkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Selatan terjadi dan mengejutkan public.
Anak petinggi GP Ansor bernama David dibuat terkapar tak berdaya oleh aksi brutal Mario. Bahkan David mengalami koma, meski kondisinya saat ini sudah menunjukan perkembangan yang lebih baik.
Adapun insiden penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy terjadi pada hari Senin (20/2) kemarin, di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Kini Mario sudah ditetapkan menjadi tersangka dan mendekam di balik jeruji besi Mapolres Metro Jakarta Selatan. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Pasokan Semen Aceh Tertekan, SIG Perkuat Pabrik dan Distribusi
-
Karhutla 200 Hektare di OKI Belum Sepenuhnya Padam, Tim Kejar Ekor Api
-
Bukan Sekadar Jumpscare, Aghniny Haque Ungkap Horor Berbeda di "Bisikan Desa Gringsing"
-
Tak Berkutik! WN Nigeria Pembunuh Yonkeu Ferdinand di Pasar Baru Ditangkap 15 Menit Setelah Kejadian
-
Siasat Licik dari Karawang: Ribuan Liter Miras Cukai Fotokopi Tercegat di Bakauheni
-
Kang Edai, Penjaga Adaptasi Perubahan Iklim dari Desa Kemiren
-
PDIP Tergusur Gerindra? Dari Kamar Indekos Bung Karno, Hasto Kirim Pesan Menohok
-
Makna yang Tertinggal di Atas Kanvas
-
Jakarta Sodorkan Dua Lapangan Latihan FIFA ASEAN Cup 2026, Tak Ada JIS
-
Dosen Ilmu Komunikasi UPNVJ Edukasi Siswa SD tentang Cerdas Bermedia di Era Digital