/
Rabu, 01 Maret 2023 | 13:51 WIB
Dalam video penganiayaan Mario Dandy Satriyo sempat melakukan selebrasi layakanya pemain sepak bola. (Foto: Suara.com - Iqbal)

SuaraCianjur.id- Kelakuan Mario Dandy menganiaya David Ozora berakhir di balik jeruji besi. Video ketika anak dari Rafael Alun Trisambodo ini tersebar luas di jagat maya.

Apa yang dilakukan ole Mario Dandy kepada David tampak begitu kejam. Viral dalam sebuah video memperlihatkan anak dari mantan pejabat Ditjen Pajak ini menganiaya David yang sudah terkapar tak berdaya di jalan.

Ketika dalam momen penganiayaan itu, tampak pelaku penganiayaan yang berada di lokasi kejadian memberikan makian, bahkan sampai melakukan selebrasi.

Video ketika Mario Dandy secara brutal menganiaya David hingga menginjak bagian kepala dari anak petinggi GP Ansor tersebut viral.

Video itu diambil menggunakan ponsel, dengan durasi 42 detik. Dalam video itu ada pria yang diduga sebagai Mario Dandy sedang menghantam kepala David dengan tendangan.

Ketika akan menendang, Mario bergaya seperti Cristiano Ronaldo. Kemudian Mario mengambil ancang-ancang dahulu.

Bahkan kata – kata makian sempat dilontarkan oleh Mario kepada David.

“Nggak takut gua anak orang mati. Mau lapor, lapor an***ng!” kata pria yang diduga sebagai Mario, seperti dilihat dari akun Twitter@tanyakanrl, Rabu (1/3/2023).

Tak hanya itu saja, rekannya dalam video tersebut berseloroh menanggap sedang bermain sepak bola.

Baca Juga: Fakta Baru! Mario Dandy Sempat Beri Ancaman akan Tembak David Ozora, Minta ke AG Balikin Barang Ini

Ada dugaan kalau pria tersebut adalah rekan Mario bernama Shane yang bertugas untuk merekam.

“Kayak main bola ya,” kata pria tersebut ketika usai melakukan selebrasi.

Kelakuan brutal yang dilakukan oleh Mario dan Shane kini sedang menerima akibatnya. Dia sudah di tahan di kantor Polisi.

“Kami putar video tersebut dan kami tanyakan kepada para saksi. Para saksi menyatakan sesuai dengan apa yang video itu tayangkan. Telah terjadi kekerasan terhadap D dengan cara menendang kepala beberapa kali. Kemudian, menginjak kepala bebrapa kali. Juga menendang perut dan memukul kepala ketika korban berada pada posisi push up,” beber Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Ade Ary Syam. (*)

Load More