SuaraCianjur.id- Twitter telah mengumumkan peluncuran resmi kebijakan baru mengenai 'Ucapan Kekerasan' yang menegaskan pendekatan mereka yang tidak mentolerir tindakan kekerasan.
Konten kebijakan baru ini mirip dengan kebijakan ancaman kekerasan Twitter sebelumnya, meskipun lebih terperinci namun juga lebih ambigu.
Kedua kebijakan melarang pengguna untuk mengancam atau memuji kekerasan dalam banyak situasi, dengan pengecualian untuk ucapan "hiperbola" antara teman.
Namun, kebijakan baru tampaknya memperluas beberapa konsep sambil membatasi beberapa lainnya.
Sebagai contoh, kebijakan sebelumnya menyatakan bahwa pernyataan yang mengungkapkan keinginan atau harapan bahwa seseorang mengalami cedera fisik, ancaman samar atau tidak langsung, atau tindakan ancaman yang tidak mungkin menyebabkan cedera serius atau tahan lama tidak dapat ditindaklanjuti berdasarkan kebijakan tersebut, tetapi dapat ditinjau dan ditindaklanjuti berdasarkan kebijakan lainnya.
Namun, dalam kebijakan baru ini, mengharapkan seseorang terluka dianggap melanggar kebijakan dan dinyatakan sebagai berikut: "Anda tidak boleh mengharapkan, berharap, atau mengekspresikan keinginan untuk merugikan. Ini termasuk (tetapi tidak terbatas pada) berharap orang lain mati, menderita penyakit, kejadian tragis, atau mengalami konsekuensi fisik yang berbahaya." dikutip cianjur.suara.com, Kamis (2/3/2023).
Namun, penggunaan istilah "baru" tidak sepenuhnya tepat dalam hal ini karena kebijakan tersebut sebenarnya sudah ada di dalam aturan perilaku kasar sebelumnya - satu-satunya perubahan signifikan adalah bahwa kebijakan tersebut telah dipindahkan dan Twitter tidak lagi memberikan contoh konkret.
Perubahan yang dirasakan signifikan adalah ketidakjelasan kebijakan baru dalam melindungi target dari kekerasan.
Kebijakan lama dengan jelas menyatakan bahwa "Anda tidak boleh mengancam kekerasan terhadap individu atau kelompok orang."
Baca Juga: Viral! Surat Aduan Pegawai Pajak yang Indikasikan Kerugian Negara Diacuhkan Sri Mulyani
Namun, kebijakan baru tidak menyebutkan kata "individu" atau "kelompok" dan memilih untuk menggunakan istilah "orang lain."
Meskipun hal ini dapat diartikan sebagai upaya untuk melindungi kelompok yang terpinggirkan, tidak ada penjelasan spesifik yang dapat diberikan untuk membuktikan hal tersebut.
Kebijakan baru Twitter tentang "Ucapan Kekerasan" menampilkan beberapa perubahan yang perlu diperhatikan.
Salah satunya adalah penghapusan contoh dalam aturan perilaku kasar sebelumnya. Meskipun kebijakan lama melarang ancaman kekerasan terhadap individu atau kelompok, kebijakan baru menghindari penggunaan kata-kata itu dan merujuk pada "orang lain" dengan pengecualian untuk ucapan tentang video game, olahraga, satir, atau ekspresi artistik yang konteksnya tidak menghasut kekerasan.
Twitter juga sekarang melarang ancaman terhadap rumah, perlindungan sipil, atau infrastruktur, dan hukuman mungkin lebih ringan jika tindakan dilakukan dalam kemarahan atas kekerasan yang parah.
Namun, keputusan akhir tentang apakah sebuah konten melanggar kebijakan Twitter akan dibuat oleh tim moderasi Twitter. Kebijakan baru ini merupakan contoh terbaru dari upaya Twitter untuk memastikan kepatuhan pada hukum dan aturan sosial.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Imsak Palembang 16 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Batas Sahur dan Jadwal Salat Hari Ini
-
PTBA Luncurkan Reverse Vending Machine, Sampah Botol Plastik Kini Bisa Ditukar Uang
-
Dedi Mulyadi Cairkan Kompensasi untuk Ribuan Sopir Angkot Jalur Puncak Bogor
-
7 Fakta Kunci Dashrun Bogor: Dari Ajang Adu Kecepatan Hingga Solusi Ampuh Cegah Tawuran
-
Imsak Bandar Lampung 16 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Batas Sahur dan Jadwal Salat Hari Ini
-
Bikin Bangga! Atlet SEA Games Turun Gunung Ramaikan Dashrun Malam Minggu di Pakansari
-
Imsak Jakarta Hari Ini 16 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Batas Sahur dan Jadwal Salatnya
-
Pindahkan Balap Lari ke Pakansari, Kapolres Bogor: Biar Aman dan Gak Ganggu Jalan Raya
-
Jelang Lebaran, Banyak Warga Jual Emas untuk Mudik dan THR, Begini Harga Emas Hari Ini
-
THR Baru Cair Sudah Habis? Ternyata Ini Jebakan Promo Paylater yang Banyak Orang Tak Sadar