SuaraCianjur.id- Bagi orang tua harus waspada dengan salah satu penyakit yang mematikan, yakni kanker darah atau leukimia. Penyakit ini adalah jenis kanker yang dikatakan terbanyak diidap anak-anak.
Dikatakan oleh Ketua Unit Kerja Koordinator Hematologi onkologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Teny Tjitra Sari SpA(K), bagi para orang tua harus bisa mengenali cir-ciri penyakit kanker darah.
Ada tiga hal bagi para orang tua bisa mengenali ciri-ciri jika anak mengidap kanker darah atau leukimia.
"Gejala leukemia itu yang utama ada tiga gejala," jelas Teny dikutip dari YouTube Kementerian Kesehatan dilihat Minguu (5/3/2023).
Pertama kata dr Teny adalah mengalami gejala demam. Kondisi demam ketika anak mengalami infeksi, biasanya terjadi hanya dua minggu.Terkadang infeksi dalam virus tersebuthanya menimbulkan demam selama tujuh hari, usai ada perbaikan.
Sedangkan pada gejala demam terhadap seorang anak yang diduga mengalami leukimia =, tidak ada perbaikan dalam waktu panjang.
Hal yang paling penting diperhatikan oleh orang tua adalah, melihat kondisi anak yang pucat.
Kata dr Ten yada perbedaan ketika anak pucat akibat sakit leukimia.
"Biasanya orangtua juga melihatnya anak saya putih. Tapi seharusnya pucat karena leukemia beda, yaitu anak terlihat sakit. Saya yakin orangtua tahu anaknya terlihat sakit," kata dr Teny.
Menurut dr Teny, wajah pucat pada anak diiringi oleh tidak adanya nafsu makan dan mengalami penurunan berat badan.
Kemudian yang terakhir adanya pendarahan. Pendarahan kata dia belum tentu ada darah yang mengalir.
"Tapi misalnya bintik-bintik merah, kebiruan. Kadang-kadang pada anak laki-laki, ada benjolan di buah zakar, ada benjolan juga di leher," ungkap dr Teny.
Menurut dr Teny, jika Kemenkes sudah membuat program edukasi, supaya pihak puskesmas juga bisa mengenali hejala kanker darah pada anak-anak. Jadi pada saat dilakukan pnegecekan, mereka bisa dirujuk ke fasilitas kesehatan, untuk selanjutnya bisa dipastikan apakah menderita kanker atau tidak.
"Kadang kadang itu tidak selalu gejala berurutan. Kadang hanya sebagai demam saja atau bisa saja pendarahan. Artinya kalau orangtua punya feeling, tidak normal tolong ditindaklanjuti," pesan dr Teny. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Lenovo Idea Tab Plus Resmi Dijual di Indonesia, Tablet 12,1 Inci, Harga Mulai Rp6,1 Juta
-
Bye Iritasi! 4 Physical Sunscreen Probiotic Jaga Microbiome Kulit Sensitif
-
Demo 27 Agustus Bikin Transportasi Terganggu, Menhub Pastikan Tak Ada Fasilitas Umum Rusak
-
Boaz Solossa dan Bambang Pamungkas Lewat, Legenda Timnas Indonesia Lebih Akui Kehebatan Ole Romeny
-
Vivo X500 Series Resmi Meluncur September 2026, Usung Kamera 200 MP dan Video Sinematik
-
Siap-siap War! Tiket Konser BIGBANG di Jakarta Dijual Mulai Rp1,5 Juta, Cek Harganya di Sini
-
Daftar Shio yang Ciong Tahun Ini, Ada 5 Shio yang Mungkin Alami Sial
-
Seperempat Penjualan Mobil di Eropa Kini Didominasi Kendaraan Listrik
-
Dari Puisi Kampus hingga Renungan Cendekiawan: Membaca Dari Waktu ke Waktu
-
Rekomendasi 7 Sepatu Gunung Terbaik dan Awet: Mulai 500 Ribuan Aja!