SuaraCianjur.Id- Stunting dapat terjadi pada anak sejak dalam kandungan. Faktor-faktor yang mempengaruhi stunting dapat berasal dari faktor genetik, lingkungan, nutrisi, dan kesehatan ibu.
Jika seorang ibu tidak mendapatkan nutrisi yang cukup selama kehamilan, maka bayi yang dikandungnya tidak akan mendapatkan nutrisi yang cukup juga.
Hal ini dapat menghambat pertumbuhan bayi sejak dalam kandungan dan meningkatkan risiko stunting di kemudian hari.
Selain itu, kondisi kesehatan ibu selama kehamilan juga mempengaruhi risiko stunting pada anak.
Ibu yang menderita infeksi selama kehamilan, seperti infeksi saluran kemih atau malaria, dapat memengaruhi pertumbuhan janin dan meningkatkan risiko stunting.
Kekurangan gizi pada ibu selama kehamilan juga dapat mempengaruhi kesehatan janin dan meningkatkan risiko stunting pada anak.
Setelah lahir, faktor nutrisi dan lingkungan juga mempengaruhi risiko stunting pada anak.
Anak-anak yang tidak mendapatkan nutrisi yang cukup pada masa bayi dan balita berisiko lebih tinggi mengalami stunting.
Lingkungan yang tidak sehat dan kurang higienis juga dapat mempengaruhi pertumbuhan anak dan meningkatkan risiko stunting.
Baca Juga: 3 Alasan Mengapa Seseorang Wajib Membaca Karya Sastra, Kalian Harus Tahu!
Stunting dapat memiliki dampak jangka panjang yang signifikan pada anak, seperti menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan otak, dan meningkatkan risiko penyakit kronis di kemudian hari.
Oleh karena itu, sangat penting untuk mencegah stunting sejak awal kehidupan anak.
Upaya pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan dengan memberikan nutrisi yang cukup untuk ibu dan janin yang dikandungnya.
Setelah kelahiran, anak harus diberi makanan yang sehat dan bergizi, seperti ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan dan makanan pendamping ASI yang sehat dan bergizi setelahnya.
Selain itu, lingkungan yang sehat dan higienis juga harus dipertahankan untuk mencegah infeksi dan penyakit. (*)
(*Haekal)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Aqua Sanctuary di Milan Design Week: Cara Kamar Mandi Berevolusi Jadi Ruang Kesejahteraan Emosional
-
Proses Meninggalnya Sang Ayah Dianggap Indah, Bunga Zainal: Papa Pergi setelah Semua Anak Kumpul
-
Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan
-
Travelling Makin Happy, Valas Udah Ready dengan BRI Money Changer
-
Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya
-
Perempuan Harus Mandiri, tapi Tetap Dihakimi: Realita yang Sering Terjadi
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Rehan Pembobol NASA: Tidak Ada Sistem Digital yang Sempurna
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah