/
Selasa, 18 April 2023 | 14:40 WIB
Viva Yoga Mauladi belum secara jelas mengungkapkan apakah pertemuan sekaligus halal bi halal Koalisi Besar atau Kebangsaan akan terjadi dan juga belum menyebutkan siapa akan menjadi tuan rumah (Suara.com/Bagaskara Isdiansyah)

SUARA CIANJUR - PAN memberikan sinyal bahwa partai-partai yang sedang menjajaki Koalisi Besar akan bertemu kembali dalam momen halal bi halal pada hari raya Idul Fitri 2023.

"Iya pasca lebaran rencananya akan ada halal bi halal kebangsaan hehe. Ditunggu ya," ucap Wakil Ketua Umum DPP PAN, Viva Yoga.

Meskipun begitu, Viva belum secara jelas mengungkapkan apakah pertemuan sekaligus halal bi halal Koalisi Besar atau Kebangsaan akan terjadi dan juga belum menyebutkan siapa yang akan menjadi tuan rumah dalam pertemuan tersebut.

Di sisi lain, Ketua DPP Partai Golkar, Dave Akbarshah Fikarno, mengungkapkan bahwa penjajakan Koalisi Besar masih berlangsung hingga saat ini dan Koalisi Besar masih terbuka untuk siapa saja yang ingin bergabung.

"Koalisi besar terus berjalan, dan tidak menutup kemungkinan untuk siapapun bergabung. Kami juga tidak bergantung kepada siapa pun selain komunikasi yang intens dengan sesama pimpinan parpol," sebutnya.

Dave menyatakan bahwa terkait dengan deklarasi Koalisi Besar, Partai Golkar akan mengikuti jadwal yang ditetapkan oleh KPU RI. Menurutnya, pihaknya tidak ingin terburu-buru dalam hal ini.

"Kita berjalan sesuai jadual dari KPU. Jadi jangan tergesa-gesa, agar tepat dengan waktunya," ujarnya.

Sebelumnya, Viva Yoga menyatakan bahwa Koalisi Besar belum diresmikan bukan karena menunggu kehadiran partai politik tertentu seperti PDIP, melainkan karena masih menunggu lebih banyak kesepakatan sebelum diumumkan secara resmi.

"Tidak menunggu siapa-siapa tapi menunggu lebih banyak lagi titik temu di antara lima parpol," jelas Viva.

Baca Juga: Tak Punya Utang, Ternyata Segini Harta M Adil sampai Nekat Gadaikan Kantor Bupati Meranti

Menurut Viva Yoga, titik temu yang dimaksud adalah untuk memperjelas pandangan dan menghilangkan perbedaan yang ada antara partai-partai dalam Koalisi Besar. 

Hal ini terutama penting karena masing-masing partai masih memiliki kepentingan yang berbeda, seperti masalah kandidat presiden dan wakil presiden.

"Dan nanti hasilnya pasangan calon yang akan kita usung adalah merupakan paslon yang secara kolektif hasil keputusan secara bersama," terangnya.

Viva menyatakan bahwa PAN percaya bahwa meskipun setiap partai memiliki kepentingan sendiri, kepentingan tersebut dapat diatasi melalui diskusi.

"Tapi bagi PAN meyakini kalau kepentingan subjektif parpol di taro di meja perundingan saya rasa akan ada jalan tengah titik temu sehingga proses penentuan calon bisa kolektif kolegial secara mufakat tidak voting," tuturnya. (*)

(*/Haekal)

Load More