SUARA CIANJUR- Father hunger merupakan suatu kondisi dimana seseorang mengalami kekurangan atau kekosongan dalam hubungan batin dengan ayahnya.
Kondisi ini dapat terjadi karena kehilangan ayah secara fisik, atau ketidakhadiran ayah secara emosional dan interaksional.
Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa father hunger dapat memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan mental seseorang, terutama pada masa kanak-kanak dan remaja.
Dikutip dari sebuah buku berjudul "The Cry of the Soul" karya Dan Allender dan Tremper Longman III , father hunger bisa menyebabkan perasaan kebingungan, kesepian, kehilangan arah hidup, dan depresi.
Mereka mengungkapkan, "Father hunger merupakan kebutuhan yang paling mendasar bagi seorang anak, dan jika tidak terpenuhi, ia akan mempengaruhi seluruh kehidupannya."
Penelitian juga menunjukkan bahwa father hunger dapat meningkatkan risiko perilaku negatif, seperti penggunaan obat-obatan terlarang, kekerasan, dan penyalahgunaan alkohol.
Para ahli percaya bahwa kehadiran ayah yang positif dan terlibat secara emosional dan interaksional dengan anak-anaknya sangat penting untuk perkembangan anak.
Seorang ayah yang terlibat dapat membantu anak mengembangkan rasa percaya diri, memberikan pandangan yang berbeda dalam mengatasi masalah, serta memberikan dukungan emosional dan fisik yang dibutuhkan oleh anak. (*)
(*/Haekal)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
Pemuda di Cikeusal Rudapaksa Siswi SD dan Paksa Korban Curi Emas Orang Tua Lewat Ancaman Video
-
5 Alasan Wajib Nonton Tradisi Seba Baduy: Ada Barongsai, Layar Tancap, Hingga Diplomat 10 Negara
-
Polri Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Tersangka Pelecehan Seksual 5 Santri Laki-laki
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Jalur Menuju Situs Gunung Padang Kembali Normal Usai Tertimbun Longsor
-
Siapa yang Bermain? Polemik Kali Ciputat Jadi Ajang 'Saling Serang' Dewan vs Pengembang
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial