/
Selasa, 16 Mei 2023 | 18:00 WIB
Konser Coldplay tetap berjalan kata Sandiaga, untuk kemajuan ekonomi pariwisata (Foto: Media Sosial)

SUARA CIANJUR - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, memberikan tanggapan terhadap ancaman yang dilontarkan oleh Persaudaraan Alumni (PA) 212 terhadap konser Coldplay. PA 212 menolak konser tersebut karena meyakini bahwa band asal Inggris ini mempromosikan LGBT dan ateisme.

Sandiaga menegaskan bahwa konser Coldplay akan tetap berlangsung dengan lancar tanpa adanya gangguan dari pihak manapun.

Dalam pernyataannya kepada wartawan pada Senin (15/5/2023) malam, Sandiaga menyatakan, "Kami akan memastikan bahwa tidak akan ada ancaman dari siapapun, karena Indonesia mengutamakan pelayanan kepada tamu ini sesuai dengan adat, istiadat, dan budaya kita."

Sikap tegas Sandiaga Uno menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan acara internasional dan menjaga kedamaian serta keamanan bagi seluruh peserta dan penggemar konser Coldplay.

Pernyataan tersebut juga menunjukkan sikap inklusifitas pemerintah dalam menyikapi perbedaan pendapat dan menjunjung tinggi kebebasan berekspresi dalam batas yang diatur oleh hukum.

Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berupaya menjadikan konser Coldplay sebagai salah satu potensi untuk mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

Dalam situasi yang tegang, Sandiaga ingin memastikan bahwa pengalaman para tamu dalam konser Coldplay tetap menyenangkan dan memberikan kesan positif tentang Indonesia.

Keputusan Sandiaga Uno untuk melanjutkan konser Coldplay tanpa menghiraukan ancaman dari PA 212 menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung industri musik dan menjaga hubungan baik dengan negara lain melalui acara-acara budaya internasional. (*)

(*/Haekal)

Baca Juga: Nikah Muda Pilih Urus Anak Tanpa Babysitter, Dahlia Poland Ungkap Alasannya: Aku Posesif

Load More