SUARA CIANJUR - Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, secara resmi mengumumkan bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mempersilakan partai-partai pendukung Ganjar Pranowo untuk menyodorkan nama-nama calon wakil presiden (cawapres).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, hari ini.
Hasto menjawab pertanyaan awak media mengenai kemungkinan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengusulkan Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden untuk mendampingi Ganjar Pranowo.
Ia mengungkapkan bahwa PDIP telah berkomunikasi dengan Plt Ketua Umum DPP PPP, M Mardiono, mengenai hal tersebut.
Hasto menekankan bahwa PPP tidak akan mengusulkan hanya satu nama calon wakil presiden.
Selain itu, Hasto juga menyebutkan bahwa Partai Perindo telah menyampaikan usulan nama calon wakil presiden.
Partai tersebut bahkan telah mengusulkan Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi sebagai calon yang potensial untuk mendampingi Ganjar.
"Ya monggo karena ini kan aspirasi partai-partai ya. sama juga Perindo kemudian juga sempat menyebut TGB nah sehingga nama-nama monggo silahkan," kata Hasto kepada wartawan.
Meskipun demikian, Hasto menegaskan bahwa penilaian akhir akan tetap dilakukan oleh rakyat.
Baca Juga: 10 Tips Melamar Kerja lewat JobStreet, Siapkan CV dan Surat Lamaran!
Hasilnya juga akan dapat diukur melalui instrumen elektoral yang akan dilaksanakan nanti.
"Tetapi yang penting adalah komitmennya, kesatupaduan kepemimpinan dengan pak Ganjar Pranowo sehingga partai-partai dari pengalaman yang lalu dapat mengusulkan kemudian nanti akan diputuskan," tuturnya.
Ketika ditanya mengenai siapa yang mengusulkan TGB sebagai calon wakil presiden untuk Ganjar, Hasto menyebut bahwa usulan tersebut muncul dari pihak internal Partai Perindo.
"Semua ada tahapannya ya. Artinya kalau bulan Juni ini kami bulan Bung Karno. Kami betul-betul gelorakan ide gagasan cita-cita Bung Karno yang sangat otentik bagi kemajuan bangsa dan negara, sangat genuine untuk kepentingan rakyat dan kemudjan bulan Agustus bulan proklamasi. Jangan diganggu lah kerahmatan bulan proklamasi sehingga masih ada kalau ada dari KPU kan Oktober sehingga nanti di tengah-tengah itu ada momentum yang tepat setelah semuanya terkristalisasi dengan baik akan muncul nama yang pasti itu merupakan jawaban bagi PDIP," katanya. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul
-
Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional