- DP3AP2 DIY melaporkan krisis penilik PAUD non-formal karena hanya tersedia 24 petugas untuk ribuan lembaga pendidikan.
- Kekosongan tenaga penilik di Kota Yogyakarta per Mei 2026 menghambat pengawasan kualitas serta pencegahan kasus kekerasan anak.
- Pemerintah daerah mengupayakan koordinasi dengan pemerintah pusat dan merancang sistem pengawasan mandiri untuk mengatasi keterbatasan tenaga kerja.
Suara.com - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat krisis tenaga kependidikan spesialis pengawas atau penilik untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) non-formal.
Kondisi ini terungkap di tengah upaya pemerintah daerah memperketat pengawasan pascakasus kekerasan di Daycare Little Aresha.
Data menunjukkan ketimpangan yang sangat tajam antara jumlah penilik dengan jumlah lembaga yang harus diawasi.
"Kalau tidak salah, 24 penilik PAUD non-formal untuk ribuan PAUD non-formal yang ada, yang sudah berizin," kata Kepala DP3AP2 DIY, Erlina Hidayati Sumardi saat dikonfirmasi, Selasa (5/5/2026).
Bahkan, diungkapkan Erlina, Kota Yogyakarta sudah tidak memiliki penilik per 1 Mei 2026 kemarin usai satu-satunya penilik di wilayah tersebut memasuki masa pensiun.
"Kalau Kota (Jogja) nggak punya, kemarin punya satu, pensiun per 1 Mei. Jadi posisi setelah 1 Mei itu nggak punya penilik untuk PAUD non-formal," ungkapnya.
Kekurangan SDM ini dinilai sangat krusial karena beban kerja yang tidak sebanding. Seorang penilik di DIY harus bertanggung jawab atas pengawasan ratusan hingga ribuan lembaga yang ada.
Hal itu sudah mencakup proses perizinan, pemantauan kualitas, hingga pembinaan operasional untuk mencegah terjadinya malpraktik pendidikan atau kekerasan terhadap anak seperti di Little Aresha.
"Bagaimana mungkin mereka kemudian bisa mengawasi dengan baik kalau jumlahnya saja sangat kurang," ujarnya.
Baca Juga: Ketua Yayasan Daycare Little Aresha Ternyata Residivis Korupsi, Polisi Bongkar Peran Gandanya!
Lebih lanjut, Erlina bilang Pemda DIY telah berkoordinasi dengan Komisi VIII DPR RI untuk membawa permasalahan ini ke tingkat pusat.
Hal itu mengingat kewenangan penambahan formasi SDM penilik berada di tangan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Namun, ia menyadari bahwa penambahan SDM itu tak bisa dilakukan secara singkat.
Maka dari itu sebagai solusi sementara, pihaknya berencana untuk mengembangkan sistem pengawasan mandiri yang lebih efektif.
"Tetapi kalau di sini ya saya mengumpulkan semua pihak itu ya nggak usah menunggu dulu lah, kita bentuk mekanisme baru supaya pengawasan itu kemudian bisa dilakukan," tuturnya.
Selain masalah kuantitas SDM, Erlina menekankan pentingnya pembakuan regulasi di tingkat daerah.
Berita Terkait
-
Beckham Putra Punya Modal Penting Buat Kalahkan Persija Jakarta
-
Analisis Jean-Paul Van Gastel usai PSIM Dihajar Persib, Soroti Gol Cepat Lawan
-
Dinkes Yogyakarta Temukan Belasan Korban Little Aresha Alami Speech Delay dan Gizi Buruk
-
Hasil Super League: Hajar PSIM 1-0, Persib Bandung Perlebar Jarak dengan Borneo FC
-
Ketua Yayasan Daycare Little Aresha Ternyata Residivis Korupsi, Polisi Bongkar Peran Gandanya!
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!
-
BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto