SUARA CIANJUR - Keputusan pemerintah mengenai penentuan tanggal Hari Raya Idul Adha memiliki implikasi tidak hanya dalam konteks agama, tetapi juga dalam hal perencanaan libur nasional.
Jika pemerintah menetapkan tanggal yang berbeda dengan Muhammadiyah, akan ada kebingungan di kalangan masyarakat mengenai kapan tepatnya mereka harus meliburkan diri dan merayakan Hari Raya Idul Adha.
Dalam konteks ini, pengkajian yang dilakukan oleh pemerintah merupakan langkah yang bijaksana.
Dalam prosesnya, pemerintah harus mempertimbangkan kepentingan semua pihak, baik dari segi agama maupun sosial.
Keputusan yang diambil nantinya haruslah menghormati dan mengakomodasi berbagai perspektif dan kebutuhan yang ada dalam masyarakat.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah mengumumkan bahwa pemerintah sedang mengkaji usulan untuk menetapkan libur dua hari saat Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah.
Usulan ini diajukan oleh Muhammadiyah, yang telah menetapkan Hari Raya Idul Adha pada tanggal 28 Juni, sedangkan pemerintah kemungkinan akan menetapkannya pada tanggal 29 Juni.
Menteri Agama menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan tersebut.
"Nanti kita kaji dululah itu," ucap Yaqut. (*)
Baca Juga: Dugaan Korupsi Membayangi Kementan: Syahrul Yasin Limpo Berada di Bawah Sorotan KPK
Berita Terkait
-
Tahun Politik dan Musim Haji, Menag Yaqut Tegaskan Hal Ini untuk Jamaah!
-
Terjadi Penembakan di Kantor MUI, Bagaimana Respon Menag Yaqut Cholil Qoumas?
-
Baru Saja Penetapan Awal Ramadhan yang Hasilnya Sama, MUI Sudah Prediksi Hari Raya Idul Fitri akan Berbeda
-
Pengecekan Fasilitas di Arafah, Menag: Beri Fasilitas Terbaik untuk Jemaah Haji 2023
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
7 Hal yang Wajib Diketahui Soal Kebijakan Angkot Puncak Diliburkan Saat Lebaran
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus