/
Kamis, 15 Juni 2023 | 15:05 WIB
Ilustrasi tabungan. Kepala SD Negeri 2 Kondangjajar, Nakizu, menjelaskan bahwa uang tabungan siswa tersebut tidak hilang dan masih tersimpan di koperasi sekolah. (Freepik)

SUARA CIANJUR - Keadaan yang memprihatinkan terjadi di SD Negeri 2 Kondangjajar, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, di mana uang tabungan siswa tidak dapat dibagikan oleh pihak sekolah.

Hal ini menimbulkan kebingungan bagi para orang tua siswa yang tidak tahu kepada siapa mereka harus menagih uang tabungan anak-anak mereka.

Uang tabungan ini merupakan hasil jerih payah siswa kelas 6 sebanyak 17 orang di SDN 2 Kondangjajar, dengan total jumlah mencapai Rp 112.576.000, dengan besaran nilai tabungan setiap siswa yang berbeda-beda.

Kepala SD Negeri 2 Kondangjajar, Nakizu, menjelaskan bahwa uang tabungan siswa tersebut tidak hilang dan masih tersimpan di koperasi sekolah.

Namun, situasi koperasi tersebut sedang mengalami kegagalan yang mengakibatkan ketidakmampuan untuk segera mengembalikan uang tabungan siswa.

Lebih lanjut, sebagian dari uang tabungan siswa ternyata telah dipinjamkan kepada guru pensiun.

Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran dan ketidakpuasan bagi para orang tua siswa yang merasa kehilangan kontrol terhadap uang tabungan anak-anak mereka.

Mereka merasa cemas karena tidak ada kepastian mengenai pengembalian uang tersebut.

Selain itu, para orang tua juga merasa prihatin dengan kondisi koperasi sekolah yang tidak stabil dan tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. (*)

Baca Juga: Jelang Laga FIFA Matchday Indonesia Lawan Argentina, Shin Tae-yong Jawab Ini tentang Target

Load More