SUARA CIANJUR - Saddil Ramdani yang merupakan pemain Timnas Indonesia, baru-baru ini mendapat kritik pedas dari netizen Indonesia.
Karena Saddil Ramdani dianggap hanya bagus bermain bagus saat membela klubnya, Sabah FC, namun saat membela Timnas Indonesia malah sebaliknya. Merasa tidak terima dengan kritik pedas tersebut, Saddil Ramdani memberikan balasan yang menohok.
Melalui unggahan story di akun Instagram pribadinya @saddilramdanii pada Selasa (27/6/2023), Saddil Ramdani mengungkapkan bahwa pada dasarnya ia tidak ingin membalas komentar netizen yang selalu ingin menjatuhkan mentalnya.
Namun, ia merasa perlu membela dirinya sendiri karena netizen tidak melihat situasi yang dialaminya dan rekan-rekannya di Timnas Indonesia.
"Hello, sebenarnya gua enggak mau balas komen yang selalu ingin menjatuhkan mental gua. Tapi hari ini gua sedikit ada pembelaan buat diri gua sendiri, kenapa? Karena kalian tidak melihat dari situasi yang Saya alami dan teman-teman lainnya di Timnas," tulis Saddil Ramdani.
Ia menyoroti perbandingan penilaian terhadap penampilannya di Timnas Indonesia dan klub yang tidak masuk akal.
"Kalian hanya melihat dari sisi yang tidak masuk akal, main hanya 15 menit, 20 menit bahkan 7 menit terus kalian bilang enggak bisa mi main di Timnas," lanjutnya.
Saddil Ramdani melanjutkan pembelaannya dengan merespons netizen yang menganggap bermain di Liga Malaysia hanya hal biasa.
Ia menegaskan bahwa banyak pemain yang pulang karena tidak sanggup menahan tekanan dan tuntutan di sana.
Saddil Ramdani mengungkapkan bahwa butuh waktu tiga tahun baginya untuk menyesuaikan diri dan bekerja keras agar bisa berkontribusi dengan baik di klub.
Ia juga menyampaikan rasa syukurnya memiliki pelatih yang mendukung dan membukakan jalan baginya.
Pemain Timnas Indonesia ini juga mengungkapkan bahwa ia membutuhkan usaha maksimal untuk menyesuaikan diri dengan kondisi di Liga Malaysia. Namun, ada komentar-komentar netizen yang membuatnya merasa terpuruk.
Saddil Ramdani bahkan menantang netizen yang berkomentar negatif untuk bertemu secara langsung guna membuktikan apa yang ia sampaikan.
Ia juga menegaskan kepada netizen bahwa tidak perlu membandingkan level pemain di Liga Malaysia dengan Timnas Indonesia atau klub di negara lain.
Selain itu dia juga menegaskan agar netizen tidak memberikan komentar tentang hal tersebut jika mereka tidak mengerti situasinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Wisuda Bukan Garis Finis: Nasib Lulusan Baru di Pasar Kerja yang Tak Pasti
-
Iqbaal Ramadhan Kembali Jadi Produser Eksekutif, Fokus Bikin Film Bagus Ketimbang Kejar Cuan
-
Review Film Nobody: Petualangan Monster Kecil yang Lucu dan Menginspirasi
-
Perempuan Bergaun Merah dan Jejak di Pos Satpam
-
Sempat Ngibrit, Reza Arap Bilang Begini soal Dijodohkan dengan Fuji
-
Stafsus Menag Minta Kanwil Kemenag dan FKUB Bantu Tuntaskan Polemik POUK Tesalonika Teluknaga
-
Apesnya Jambret di Surabaya: Terjebak Macet, Ditinggal Kawan, Berakhir Jadi "Samsak Hidup"
-
Lenovo IdeaPad Slim 5 Gen 10: Laptop Tipis Berotak AISiap Temani Aktivitas Harianmu
-
DPRD Bogor Soroti LKPJ 2025, Bentuk 3 Pansus untuk Perkuat Pengawasan dan Aset
-
Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak