/
Jum'at, 11 Agustus 2023 | 15:35 WIB
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak ikuti jejak Thomas Doll dan Bernardo Tavares terkait pemain yang diikutsertakan dalam kegiatan tc jelang laga Piala AFF U-23 (instagram.com/bojanhodakluka/)

SUARA CIANJUR - Pertandingan Piala AFF U-23 telah memunculkan beberapa perubahan dalam komposisi pemain klub sepakbola di Indonesia.

Pemain dari klub Persib, Beckham Putra, menjadi sorotan karena tidak diberi izin oleh pelatih klubnya, Bojan Hodak, untuk berpartisipasi dalam Timnas Indonesia U-23.

Bojan Hodak, pelatih Persib, menyampaikan bahwa klub telah melepas pemain Robi Darwis yang memang mendapatkan izin untuk bergabung dengan Timnas Indonesia U-23.

Namun, Bojan Hodak menunjukkan sikap tegas terkait Beckham Putra, dengan alasan bahwa pemain tersebut adalah bagian dari starting eleven dari persiapan Persib dalam kompetisi Liga 1.

Klub juga berencana mengirimkan surat resmi terkait keputusan ini, mengingat Beckham Putra adalah pemain yang disiapkan untuk peran penting dalam Liga.

"Kami melepas Robi, tidak ada masalah. Tapi saya rasa pihak klub akan mengirim surat untuk Beckham Putra, karena dia pemain yang disiapkan untuk Liga. Dan kami melepaskannya untuk kepentingan FIFA," ungkap Bojan Hodak dikutip dari Instagram @sagala_persib pada Jumat (11/8/2023).

Reaksi warganet dan Bobotoh terhadap keputusan ini pun bervariasi. Ada yang memberikan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Bojan Hodak sebagai pelatih.

Mereka menganggap sikap ini sebagai bentuk kepemimpinan yang kokoh dan profesional.

"Ini nih pelatih yang tegas, mantap Bojan hobak," tulis akun @den***.

Baca Juga: Idap Diabetes, Panji Petualang Ungkap Kondisi Dirinya setelah Divonis

"Pasti dihujat nih sama kaya persija dan PSM," tulis akun @pan***.

Namun, sebagian warganet juga mengungkapkan kebingungan dan kritik terhadap manajemen Timnas Indonesia.

Beberapa komentar menyoroti regulasi liga yang mengharuskan starting pemain U-23 dalam pertandingan.

Mereka mengajukan pertanyaan tentang konsekuensi regulasi liga jika semua pemain U-23 dilepas untuk Timnas Indonesia.

Juga mengkritik pilihan pemain yang diambil oleh pihak Timnas Indonesia, dengan argumentasi bahwa masih banyak pemain U-23 lain yang bisa diikutsertakan.

Beberapa warganet juga menyampaikan keraguan terhadap keputusan ini, dengan merujuk pada fakta bahwa pertandingan Piala AFF U-23 tidak berada dalam jadwal internasional FIFA.

"Badan tim nasional ini aneh. Apa dia ga tau, regulasi liga harus starting pemain u-23? Kalo diambil semua gimana soal regulasi liga nya? Kalo jawabannya "kan masih banyak pemain u-23". Apalagi timnas dong, banyak banget pemain u23 lain yg bisa dibawa," tulis akun @stu***.

"Lagian bukan kalender FIFA ini. Yang di atas-atas ini kebanyakan cari muka, biar keliatan kerja, biar keliatan punya prestasi ketika menjabat," lanjutnya. 

Mereka berpendapat bahwa banyak keputusan diambil demi pencitraan dan pencapaian prestasi individu.

Diskusi mengenai keputusan ini mencerminkan kompleksitas yang terlibat dalam manajemen pemain antara klub dan timnas, serta refleksi kritis masyarakat terhadap pengelolaan sepakbola di Indonesia.(*)

Load More