SUARA CIANJUR - Bakal calon presiden (bacapres) yang diusung oleh Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), Anies Baswedan, telah memberikan tanggapannya terkait kritik yang sering diarahkan oleh masyarakat kepada pemerintah dan dampaknya yang kerap terbentur dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Menurut Anies, dalam merumuskan kebijakan, pembuat kebijakan seharusnya mengandalkan data dan akal sehat agar dapat mempertanggungjawabkan langkah-langkah mereka meski mendapat kritik.
Anies Baswedan menekankan bahwa jika kebijakan pemerintah telah diarahkan oleh data dan fakta yang kuat, maka pemerintah tidak seharusnya merasa tersinggung atau marah ketika mendapat kritik dari masyarakat.
Menurutnya, respons yang tepat adalah menjawab kritik tersebut dengan fakta dan data yang dapat mendukung kebijakan yang diambil.
Dalam pandangan Anies, penting bagi pembuat kebijakan untuk memiliki keyakinan dan kepercayaan pada data yang mereka gunakan dalam merumuskan kebijakan.
Jika sebuah kebijakan telah didasarkan pada fakta dan data yang kuat, maka pembuat kebijakan dapat dengan yakin membela keputusan tersebut dan menjawab setiap kritik dengan argumen yang kokoh.
Anies Baswedan juga mengungkapkan bahwa jika sebuah kebijakan tidak didasari oleh fakta dan data yang kuat, maka para pembuat kebijakan cenderung menjadi lebih sensitif dalam menghadapi kritik dari masyarakat.
Oleh karena itu, menurut Anies, penting untuk menjalankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam proses perumusan kebijakan.
Baca Juga: Prabowo-Erick Unggul, Ganjar-Ridwan Kamil dan Anies-AHY Terdepak!
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Hajar Swedia 5-1, Belanda Melesat Puncaki Klasemen Sementara Grup F Piala Dunia 2026
-
5 Zodiak Ini Diprediksi Bakal 'Mandi Uang' di Hari Minggu 21 Juni 2026
-
Prediksi Spanyol vs Arab Saudi: Head to Head, Susunan Pemain, dan Fakta Menarik
-
6 Fakta Tuntutan Mati Terdakwa Ririn, Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu
-
Langgar 3 Ranah Hukum Sekaligus, Kementerian LH Gugat Produsen Oli Bekas di Tangerang
-
Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026