SUARA CIANJUR - Bakal calon presiden (bacapres) yang diusung oleh Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), Anies Baswedan, telah memberikan tanggapannya terkait kritik yang sering diarahkan oleh masyarakat kepada pemerintah dan dampaknya yang kerap terbentur dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Menurut Anies, dalam merumuskan kebijakan, pembuat kebijakan seharusnya mengandalkan data dan akal sehat agar dapat mempertanggungjawabkan langkah-langkah mereka meski mendapat kritik.
Anies Baswedan menekankan bahwa jika kebijakan pemerintah telah diarahkan oleh data dan fakta yang kuat, maka pemerintah tidak seharusnya merasa tersinggung atau marah ketika mendapat kritik dari masyarakat.
Menurutnya, respons yang tepat adalah menjawab kritik tersebut dengan fakta dan data yang dapat mendukung kebijakan yang diambil.
Dalam pandangan Anies, penting bagi pembuat kebijakan untuk memiliki keyakinan dan kepercayaan pada data yang mereka gunakan dalam merumuskan kebijakan.
Jika sebuah kebijakan telah didasarkan pada fakta dan data yang kuat, maka pembuat kebijakan dapat dengan yakin membela keputusan tersebut dan menjawab setiap kritik dengan argumen yang kokoh.
Anies Baswedan juga mengungkapkan bahwa jika sebuah kebijakan tidak didasari oleh fakta dan data yang kuat, maka para pembuat kebijakan cenderung menjadi lebih sensitif dalam menghadapi kritik dari masyarakat.
Oleh karena itu, menurut Anies, penting untuk menjalankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam proses perumusan kebijakan.
Baca Juga: Prabowo-Erick Unggul, Ganjar-Ridwan Kamil dan Anies-AHY Terdepak!
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Viral Lagi Video Ahmad Dhani Marah Dul Jaelani ke Psikiater usai Kecelakaan Maut: Kamu Anak Singa!
-
Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Ahmad Dhani: Kalau Saya Sudah Talak Maia Estianty, Menikahi Adiknya pun Boleh
-
Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini
-
5 Drama China Tema Kerajaan Tayang di Netflix, Ada Unveil Jadewind
-
Menanti Cukup Lama, Persipura Siap Habis-habisan Demi Comeback ke Kasta Tertinggi
-
BREAKING NEWS! Persija Jakarta vs Persib Bandung Dipindah ke Samarinda, Jakarta Tak Dapat Izin
-
Di Ambang Senja Majapahit: Membaca Sabda Palon 4 karya Damar Shashangka
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri