SUARA CIANJUR - Telah terjadi insiden kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang kini menimbulkan keprihatinan mengenai efek asap tebal hitam terhadap kesehatan warga sekitar, Senin, 21 Agustus 2023.
Kerusakan dari kebakaran di TPA Sarimukti merugikan berbagai aspek, termasuk terhambatnya operasional pembuangan sampah.
Peristiwa ini diketahui terjadi sejak sore hari dan telah merambat melalap area seluas satu hektar sampah.
Dari informasi yang dihimpun, upaya pemadaman api tengah dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran Kabupaten Bandung Barat.
"Terjadi kebakaran hingga satu hektar sampah di TPA Sarimukti, Kec Cipatat, Kab. Bandung Barat dari tadi sore hingga malam ini masih dalam proses pemadaman," seperti dilansir dari Instagram @infobdgbaratcimahi.
Dalam sebuah video berdurasi satu menit lima detik, api pada tahap awal masih tampak terkendali.
Namun, seiring berjalannya waktu dan menjelang malam, nyala api semakin meluas dan menciptakan latar belakang oranye yang menggambarkan kebakaran tersebut.
Asap hitam tebal mulai mengotori langit malam dan memunculkan keprihatinan mengenai potensi dampaknya terhadap pernapasan penduduk sekitar.
Salah satu dampak yang tercatat adalah adanya satu alat berat yang harus digunakan untuk memindahkan tumpukan sampah yang telah hangus terbakar.
Baca Juga: MA Korting Hukuman Ferdy Sambo Cs, Megawati Heran: Hukum Indonesia Hukum Apa Ya Sekarang?
"Info sementara yang didapatkan untuk saat ini tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun aktivitas operasional di TPA Sarimukti jadi terganggu hingga ada satu alat berat yang hangus terbakar," lanjut akun tersebut.
Meskipun dalam informasi yang beredar tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat peristiwa ini, aktivitas harian di TPA Sarimukti terganggu.
Kehadiran alat berat yang menjadi korban kebakaran menandai kompleksitas situasi ini.
Kontak dengan asap dan api dalam waktu yang singkat dapat dengan cepat memicu gejala seperti iritasi pada mata, hidung, tenggorokan, dan paru-paru.
Selain itu, risiko infeksi pada saluran pernapasan pun menjadi lebih tinggi akibat paparan tersebut.
Orang-orang yang termasuk dalam kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, wanita hamil, dan individu dengan kondisi prasyarat seperti masalah kardiovaskular atau penyakit pernapasan, diingatkan untuk menjaga kewaspadaan, mengingat bahwa paparan singkat pun dapat menyebabkan gangguan pada saluran pernapasan dan berpotensi mengancam kesehatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
BRI Dorong Kesetaraan Gender Lewat Kepemimpinan Inklusif dan Pemberdayaan UMKM Perempuan
-
Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom
-
Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia
-
5 Rekomendasi Drakor Tema Monarki Konstitusional, Perfect Crown Jadi Trending
-
Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got
-
Jatim Jadi Provinsi Terfavorit Jaksa Garda Desa Award 2026, Khofifah: Bukti Transparansi Desa
-
LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon
-
Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang
-
Satu Saf di Belakang Kakak
-
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen