SUARA CIANJUR - Bupati Bandung barat, Hengky Kurniawan mengatakan bahwa kebakaran di tempat pembuangan akhir (TPA) Sarimukti memerlukan penanganan dari udara.
Menurut Hengky Kurniawan, proses pemadaman yang dilakukan oleh petugas gabungan masih belum berhasil memadamkan api.
Hengky Kurniawan juga menetapkan status tanggap darurat akibat kobaran api yang terus melalap sampah di TPA Sarimukti.
Oleh karena itu, dirinya telah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil terkait kebakaran di TPA Sarimukti.
"Saya sudah langsung telep pak Gubernur, kami sudah bicara dan kita memang tetapkan sebagai darurat bencana," kaya Hengky Kurniawan, Rabu, 23 Agustus 2023.
Untuk pemadaman dari udara, orang nomor satu di Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
"Kami minta bantuan ke pemerintah pusat perlu bom air dari atas, helikopter," ucapnya.
Petugas gabungan yang terdiri dari Damkar KBB, Damkar Cianjur, dan provinsi sampai saat ini belum berhasil memadamkan api.
"Karena Damkar KBB, provinsi, dan tetangga Cianjur sampai hari ini belum berhasil memadamkan api jadi ini perlu bantuan dari pemerintah pusat," ujarnya.
Baca Juga: Bahas Lagu 404 File Not Found, Taeyong NCT Ngaku Ingin Berhenti Jadi Idola
"Saya sudah keluarkan SK bahwa ini darurat bencana yang harus segera dibantu oleh pemerintah pusat," sambung Hengky.
Selain itu, suami dari Sonya Fatmala ini juga menyebutkan dugaan penyebab kebakaran yang telah terjadi selama lima hari.
Dari penuturannya, kebakaran itu dipicu karena puntung rokok yang ada di tumpukan sampah.
"Menurut informasi yang kami dapatkan karena puntung rokok," tutur dia.
Dia juga berharap masyarakat bisa turut mendoakan agar bencana ini bisa segera ditangani oleh pemerintah.
"Mohon doanya untuk kebakaran di TPS Sarimukti, Kecamatan Cipatat bisa segera padam," harapnya.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026