Deli - Peternak di Dusun XXII, Desa Pondok Rowo, Kecamatan Sampali, Deli Serdang resah karena munculnya penyakit mulut dan kuku (PMK). Ratusan ternak sapi bergejala sama; mulut dan hidung mengeluarkan air liur, kukunya pecah dan luka, tidak selera makan dan terlihat lemas. Di saat yang sama stok obat dan vitamin untuk hewan di Dinas Peternakan Deli Serdang sudah kosong.
Menurut Ketua Kelompok Tani Enggal Mukti, M. Sugito anggotanya mengelola sebanyak ada 800 ekor dan semuanya terjangkit PMK. Namun menurutnya saat ini 70 persen di antaranya sudah tahap pemulihan. Jika seminggu yang lalu sapi yang sakit tidak selera makan, saat ini sudah mulai mau makan dan mulai berdiri.
"Udah ada yang mati, ada juga yang sudah dipotong sebelum mati dan dagingnya dibagikan," katanya, Rabu (1/6/2022).
Ditemui di kandangnya, Taufik Hidayat Daulay menjelaskan, dia memiliki dua kandang yang bersebelahan dengan populasi sebanyak 140 ekor. Meskipun masih ada sapi yang terlihat mengeluarkan air liur di mulut dan hidungnya, namun sudah jauh lebih baik daripada seminggu yang lalu. Menurutnya, masa kritis sapi yang terkena PMK adalah 4 - 5 hari.
Sudah banyak upaya yang dilakukannya untuk menyembuhkan sapinya yang sakit dengan pemberian obat dan vitamin. Dia pun mengaku sudah mengeluarkan uang lebih dari Rp 15 juta untuk obat dan vitamin. Belum lagi untuk jamu yang diminumkan ke tiap sapi yang sakit tiap dua hari. Dia mengeluarkan Rp 15 ribu - Rp 30 ribu per ekor untuk dibelikan kunyit, jahe, gula merah dan lainnya.
Hingga kini, lanjut Taufik, belum ada dari pihak pemerintah provinsi atau kabupaten melalui dinas peternakan atau pertanian yang datang ke kandangnya. "(perhatian dari dinas) ada tapi beberapa saja. Ke kandang saya belum. Sudi lah pemerintah kepada kami. Gimana petani kecil yang punya 2 ekor, sementara untuk makan aja susah," katanya.
Dikonfirmasi melalui telepon, Kabid Peternakan Dinas Peternakan Deli Serdang, Refli Sofyan menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterimanya, sampai 26 Mei, sapi yang sakit 491 ekor. Penyebaran PMK menurutnya terus meluas dan bertambah, namun angka kesembuhan juga terus bertambah. Dia mengakui saat ini stok obat dan vitamin sudah habis.
"Kondisi stok obat-obatan kita sudah habis, peternaknya kita ajak kerjasama. Mereka yang beli obatnya, kita yang mengerjakan. Apalagi yang di Pondok Rowo kan rata-rata pedagang. Kalau yang peternak 1 atau 2 ekor kita layani. Yang pedagang kita kerjasama," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Satu Ekor Sapi Kurban untuk Berapa Orang? Ini Anjuran Ulama Jika Ingin Patungan
-
Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor
-
Lebih Afdol Kurban Sapi atau Kambing? Perhatikan 3 Aspek Ini Agar Ibadah Lebih Maksimal
-
Harga Sapi Kurban 2026 Mulai Rp5 Jutaan, Cek Perbandingan Jenis dan Estimasi Biayanya
-
4 Serum Lokal Vitamin C untuk Cegah Kulit Kusam dan Lelah Akibat Polusi
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta