Deli-Tak terima dengan pernyataan salah satu penyidik di Polda Sumatera Utara (Sumut), sejumlah pengacara di Medan mendatangi Mapolda Sumut, Selasa (7/6/2022) sore.
Tujuan mereka menemui Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Simanjuntak terkait pernyataan oknum penyidik Subdit Harda Tahbang Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) yang seakan mengarahkan klien salah satu dari mereka untuk tidak memakai jasa pengacara.
Mewakili para pengacara, Dwi Ngai Sinaga, SH, MH kepada wartawan di Mapolda Sumut menjelaskan, kedatangan mereka melapokan Kompol HB ke Kapolda. Alasannya, kliennya yang diperiksa Kompol HB menyarankan untuk tidak memakai jasa pengacara.
Mendengar itu, kliennya melaporkan perkataan tersebut kepada pengacaranya (Dwi Sinaga). "Mengapa seorang perwira berkata demikian. Ini sangat menghina profesi kami. Apa kepentingannya berkata seperti itu, ini sama juga menghambat kerja pengacara," ucapnya di depan gedung Propam Polda Sumut.
Tak berapa lama, Kabid Propam Polda Sumut Kombes Pol Joas Panjaitan menemui para pengacara. Ia mendengarkan keluhan para pengacara tersebut dan segera menindaklanjutinya. "Baik, silahkan buat dumasnya. Nanti kami tindaklanjuti," katanya.
Selanjutnya, para pengacara berjalan menuju ruang utama hendak menemui Kapolda Sumut. Namun Kapolda sedang tidak berada di tempat. "Pak Kapolda tidak berada di tempat," ucap seorang perwira provost di depan pintu utama.
Karena tidak bertemu Kapolda, para pengacara kembali menunggu Kompol HB di depan gedung Propam.
Ketua Ikatan Advokad Alumni (IKADA) Nomensen Hans Silalahi, SH, MH didampingi Ramses Butar-butar, SH sangat menyayangkan sikap Kompol HB. Seharusnya, kata dia, sebagai perwira polisi harus mengayomi.
"Mengapa menyuruh seseorang yang bermasalah hukum tidak memakai pengacara. Ini sangat tidak profesional. Untuk itu kami meminta agar Kapoldasu tegas terhadap bawahannya," sebutnya.
Hans juga mengatakan, akan tetap meminta pertanggungjawaban dari Kompol HB. "Dia harus menjelaskan perkataannya kepada klien rekan kami," tandasnya.
Berita Terkait
-
Berapa Tarif Hotman Paris sebagai Pengacara?
-
Buntut Ucapan 'Yang Mulia Takut Ya', Dua Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi
-
Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya
-
Ditunjuk Jadi Pengacara Sony Sonjaya, Elza Syarief Buka Suara Soal Surat ke Nanik S Deyang
-
Erin Taulany Ganti Pengacara, Sebut Sunan Kalijaga Tak Profesional
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
3 Moisturizer Symwhite 377 untuk Hilangkan Flek Hitam Sesuai Review, Sudah BPOM
-
Kronologi Wafatnya Jubir IKN Troy Pantouw, Berawal dari Panggilan Tak Terjawab
-
Beda Sepeda Gunung Hardtail vs Full Suspension? Ini Kelebihan dan Rekomendasinya
-
Cari HP Rp5 Jutaan? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Kamera
-
5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
-
Tantangan Menjaga Cita Rasa Autentik di Tengah Maraknya Tren Fusion Food
-
Ada Film Jaemin dan Jeno NCT, Intip 5 Film Terbaru Akhir Pekan di Bioskop!
-
Dari Angkot hingga MRT: Bagaimana Transportasi Publik Jakarta Menemani Perjalanan Hidupku
-
Pundi-pundi Uang di Piala Presiden 2026, 24 Ribu Tiket Ludes Terjual di Laga Pembuka
-
Pendidikan Masa Depan Butuh Lebih dari Sekadar Prestasi Akademik, Ini Alasannya