Deli-Seorang wanita mantan pegawai PDAM Tirtanadi Medan berinisial RD diringkus Personel Subdit III/Jatanras Direktorat Reskrimum Polda Sumut, karena terlibat melakukan penipuan dengan modus bisa memasukan pegawai.
Dari hasil perbuatannya, pelaku yang merupakan warga Jalan Pahlawan Gang Perwira No 41A Kelurahan Pahlawan Kecamatan Medan Perjuangan itu bahkan sampai meraup keuntungan miliaran rupiah.
Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, pelaku yang merupakan pecatan dari pegawai PDAM Tirtanadi Medan itu ditangkap atas laporan korban berinisial RH dalam LP/B/727/IV/2022/SPKT/Polda Sumatera Utara.
Dia menjelaskan, modus tersangka adalah membujuk dan meyakinkan para korban bahwa dirinya dapat memasukkan korban maupun keluarga korban menjadi pegawai di PDAM Tirtanadi Medan dan PDAM Tirtabina Asahan.
"Jadi, modus tersangka membujuk korban bisa memasukan korban menjadi pegawai PDAM dengan syarat para korbannya menyerahkan uang untuk biaya pengurusan," ungkapnya didampingi Kasubdit III/Jatanras Kompol Bayu Putra Samara, Selasa (14/6/2022).
Lebih lanjut Tatan menerangkan, para korban sebanyak delapan orang dijanjikan jadi pegawai untuk menggantikan pegawai yang meninggal dunia karena terpapar Covid-19 maupun yang pensiun. "Korbannya yang sudah kita periksa sebanyak delapan orang. Kemungkinan (korbannya) lebih," ucapnya.
Tatan juga menyebutkan, para korban mengalami kerugian bervariasi. RH mengalami kerugian sebesar Rp74 juta, YH sebesar Rp162 juta, AES sebesar Rp150 juta, AMS sebesar Rp150 juta, NT sebesar Rp150 juta, R sebesar Rp150 juta, EF sebesar Rp65 juta dan SS sebesar Rp200 juta.
"Jumlah keseluruhan uang yang diserahkan oleh delapan korban adalah sebesar Rp1.101.000.000," bebernya.
Tatan menuturkan, tersangka juga saat ini mengakui telah menerima uang dari dua orang korban lainnya dengan modus operandi yang sama yaitu Rp150 juta dari korban LI dan Rp75 juta dari GU serta belum dikembalikan. Karenanya total kerugian dari 10 korban mencapai Rp1.326.000.000.
"Uang hasil dari kejahatan tersebut dipakai tersangka untuk keperluan pribadi atau biaya hidup. Sebagian dipergunakan tersangka untuk membayar utangnya," imbuhnya.
Saat ini, tambah Tatan, pihaknya masih mengembangkan kasus ini. "Masih kita kembangkan, apakah ada pelaku-pelaku lainnya," pungkasnya.
Berita Terkait
-
OJK: Laporan Penipuan Tembus 13.130 Kasus Selama Ramadan, Dana Masyarakat Hilang Miliaran
-
KPK Tangkap Pegawai Bea Cukai Budiman Bayu, Tersangka Baru Kasus Korupsi Impor
-
Pegawai Rental yang Aniaya Petugas SPBU Resmi Jadi Tersangka: Positif Sabu!
-
Terkuak! Bukan Polisi, Pelaku Penganiaya Pegawai SPBU di Cipinang Ternyata Wiraswasta
-
Taring Kekuasaan di Pom Bensin: Kala Pegawai SPBU yang Dihajar Karena Menegakkan Aturan
Terpopuler
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
KPK Minta Hakim Tolak Praperadilan Eks Menteri Agama Yaqut Terkait Kasus Korupsi Haji Rp1 Triliun!
-
Warga Makassar Dilarang Nyalakan Petasan di Akhir Ramadan
-
Alasan Revisi Outlook Negatif Ekonomi Indonesia dari Fitch Ratings
-
Ambisi Transisi Energi Bersih Indonesia, Seberapa Siapkah SDM Industri Surya?
-
Perang Iran dengan ASIsrael Memanas, UN Women Ingatkan Risiko pada Perempuan
-
Terbukti Selingkuh, Hakim di Sulteng dan Sabang Dipecat, Ada yang Tega Palsukan Data Istri
-
Riwayat Pendidikan Ruce Nuenda, Ternyata Lulusan Sarjana di Kampus Ini
-
Pekan Ramadan 2026 Digelar di PRSU, Catat Tanggalnya
-
Wacana Pelarangan Total Rokok Elektronik
-
Emil Audero Catat 99 Saves Terbanyak, Jay Idzes Masuk Jajaran Bek Elit Liga Italia