Deli.Suara.com - Pulau Sumatera berada di paling barat dalam gugusan pulau nusantara dan berbatsan dengan dua Negara tetangga, yakni Malaysia dan Singapura.
Ini kemudian membuat suku di pulau Sumatera beragam. Pertemuan dengan orang-orang dari belahan bumi lainnya, membuat akulturasi budaya terjadi di Sumatera, beberapa bahkan menjadi tradisi masyarakat setempat hingga kini. Bagi para wisatawan yang tertarik dengan destinasi wisata di pulau Sumatera, tentu perlu tahu juga suku-suku apa saja yang berdiam di pulau ini.
Berikut adalah ulasan mengenai suku di Pulau Sumatera yang ada hingga kini:
1. Suku Melayu
Melayu merupakan suku mayoritas di pulau Sumatera, jumlahnya diperkirakan hingga 8,7 jiwa. Saking banyaknya, Melayu terbagi lagi dalam beberapa suku besar, seperti Suku Batak, Suku Palembang. Minangkabau dan masih banyak lainnya.
Budaya yang tumbuh dan berkembang dalam suku ini kebanyakan merupakan serapan dari budaya Arab, Bugis dan India. Ini salah satunya disebabkan karena pengaruh dari pertemuan warga asli Sumatera dengan para pedagang dari Timur Tengah pada dahulu kala. Budaya tersebut lalu berkembang menjadi tari-tarian, seperti Tari Piring, Tari Pasambahan dan Tari Senyum Minang Manis.
Suku Minangkabau lebih dikenal dengan sebutan Suku Minang. Suku ini banyak mendiami pulau Sumatera bagian barat, diantaranya Bengkulu, Riau, Aceh, Jambi hingga Negeri Sembilan Malaysia. Di Sumatera Barat sendiri, jmlah suku Minang mencapai 4,2 juta jiwa. Selain itu suku Minang juga tersebar hingga ke seluruh nusantara, karena salah satu watak suku ini adalah gemar merantau. Karena itu, jumlah orang yang berdarah Minang di seluruh Indonesia diperkirakan mencapai 6,4 juta jiwa.
3. Suku Aceh
Baca Juga: MUI Soroti Maraknya Kasus Bunuh Diri di Bukittinggi dan Agam: Sangat Disayangkan, Miris!
Sesuai namanya, Suku Aceh mendiami wilayah Nanggroe Aceh Darussalam, yang merupakan wilayah paling utara di pulau Sumatera. Dahulu Suku Aceh banyak yang memeluk agama Hindu. Namun kemudian beralih memeluk Islam, setelah pengaruh agama islam masuk melalui aktifitas perdagangan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah Suku Aceh di Indonesia diperkirakan mencapai 3,4 juta jiwa.
4. Suku Batak
Suku Batak yang merupakan suku asli dari Tapanuli dan Sumatera Utara. Turunan dari Suku Batak juga banyak, diantaranya Batak Toba, Simalungun, Batang PakPak, Mandailing, Karo, dan lain sebagainya. Mayoritas Suku Batak memeluk agama Kristen. Hingga kini mereka tetap setia melestarikan budayanya, antara lain Hamoraan, Uhun dan Ugaro, Hagabeon dan lain sebagainya. Di Provinsi Sumatera Utara, jumlah Suku Batak mencapai 5,7 juta orang. Jika ditelisik lebih jauh, jumlah suku Batak di seluruh Indonesia jumlahnya bisa semakin banyak.
5. Suku Nias
Penduduk asli Suku Nias dikenal dengan sebutan Ono, dan pulau tempat mereka tinggal disebut Tano Niha. Suku ini banyak mendiami wilayah Sumatera Utara. Namun mereka juga mendiami sebagian wilayah di Sumatera Barat, tepatnya di Kabupaten Pariaman. Di sana mereka ada sejak ratusan tahun lalu dan suda membaur dengan warga setempat. Meski begitu mereka tidak meninggalkan adat dan budaya asli, salah satunya adalah tradisi lompat batu.
6. Suku Anak Dalam
Suku Anak Dalam merupakan masyarakat minoritas di pulau Sumatera. Jumlahnya diperkirakan hanya berjumlah 200 ribu jiwa. Mereka dapat ditemui di Provinsi Jambi dan sebagian Sumatera Selatan. Sebutan lain untuk Suku Anak Dalam yakni Suku Kubu atau Orang Rimba. Ini karena mereka kebanyakan masih tinggal di dalam hutan dengan kehidupan yang masih sangat tradisional, jauh dari modernisasi.
7. Suku Talang Mamak
Suku Talang Mamak biasa disebut juga sebagai Orang Talang Mamak. Suku ini masih hidup secara tradisional di sepanjang hilir Sungai Indragiri, Riau. Suku ini disebut-sebut sebagai suku yang pertama datang dan mendiami wilayah Indragiri Hulu. Bahasa yang mereka gunakan sehari-hari adalah bahasa Talang Mamak. Namun jika berkomunikasi dengan orang di luar suku, mereka menggunakan bahasa Melayu.
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
-
Tarian Adat dari Suku di Sumut Beserta Maknanya
-
7 Rumah Adat Sesuai Suku di Sumatera Utara
-
Datuak Bosa Jadi Wali Nagari Suayan Limapuluh Kota, Kaum Suku Koto Saiyo Rajut Silaturahmi Lewat Syukuran
-
Mengenal Suku-suku di Pulau Sulawesi dari Bugis, Toraja hingga Talaud
-
Peringatan Hari Anak Nasional di Suku Baduy
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Pamer Naik MRT, Widi Mulia Sindir Gubernur Kaltim Soal Mobil Dinas Rp8,5 M
-
Akui Dongkol, Dewi Perssik Tolak Inara Rusli Jadi Bintang Tamu Pagi-Pagi Ambyar
-
Pilihan Bijak Tri, Dorong Generasi Muda Kreatif di Bulan Ramadan
-
4 Lipstik untuk Bibir Kering, Bikin Lembap Seharian
-
10 Persen Jalan di DIY Rusak Parah Jelang Lebaran, Polisi Ungkap Titik Paling Berbahaya!
-
Disebut Terima Dana Hibah Keraton Solo, Kubu Tedjowulan: Di mana Letak Kesalahannya?
-
Jadwal Imsakiyah di Jogja pada 27 Februari 2026, Lengkap dengan Waktu Salat
-
Jadwal Imsakiyah dan Waktu Salat di Surakarta 27 Februari 2026: Jangan Sampai Terlambat Sahur!
-
Jadwal Imsak di Semarang 27 Februari 2026: Lengkap dengan Niat Puasa Ramadan!
-
Julian Villa Menggila, Borneo FC Hajar Arema FC 3-1 di Segiri