Deli.Suara.com – Ketika memiliki janji dengan sahabat atau kekasih, seseorang kerap kali menyatukan jari kelingking sebagai tanda perjanjian telah dibuat. Perjanjian dengan jari kelingking yang imut dan menggemaskan ini tidak hanya dilakukan anak-anak tetapi juga orang dewasa.
Menyatukan jari kelingking sendiri juga bisa menjadi simbol perdamaian dari dua orang yang bertengkar.
Namun, di balik makna menyatukan dua jari kelingking tersebut, rupanya terdapat kisah rahasia di dalamnya. Dikatakan, kisah di balik penyatuan jari kelingking tersebut cukup mengerikan.
Dilansir dari laman Times of India, penyatuan jari kelingking ini berasal dari Jepang. Hal ini sendiri diartikan sebagai sumpah antara dua orang yang menyatukan jari.
Nama perjanjian dengan jari kelingking ini sendiri adalah ‘yubikiri’ yang berarti ‘potong jari’.
Berdasarkan cerita yang beredar, orang Jepang percaya jika salah satu orang melanggar janji yang dibuat, ia harus memotong jari kelingkingnya sebagai imbalan.
Bahkan, sempat disebutkan perjanjian itu dibuat oleh mafia Jepang yang terkenal, Yakuza. Oleh karena itu, jika melanggar perjanjian ini harus melakukan hal-hal yang mengerikan.
Meski demikian, di zaman sekarang ini perjanjian dengan jari kelingking merupakan hal yang lucu dan menggemaskan.
Menyatukan dua jari kelingking sendiri dapat diartikan sebagai cara informal untuk menepati janji. Selain itu, jari kelingking juga diartikan kalau janji yang dibuat tidak lagi membutuhkan pengorbanan.
Baca Juga: Liverpool Jamu Crystal Palace, James Milner Bertekad Tebus Kegagalan
Sementara itu, di berbagai negara lain juga memiliki ritual khusus untuk membuat janji kepada orang lain.
Dalam sebuah cerita sejarah budaya Ibrani Kuno, jika seseorang membuat sumpah, ia harus menyentuh paha orang yang tersebut lalu mengucapkan janjinya.
Dalam beberapa budaya lainnya, terdapat cara membuat janji dengan menulis sumpah dengan darah miliknya sendiri.
Namun, hal ini sudah jarang ditemukan di berbagai negara. Sementara itu, di beberapa negara lain, janji atau sumpah dibuat hanya dengan ucapan.
Namun, ucapan tersebut juga memiliki makna penuh. Oleh karena itu, meskipun hanya sebuah ucapan, seseorang tetap harus memenuhi janji atau sumpah yang diucapkannya.
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
-
Serupa Tapi Tak Sama, Inilah 4 Perbedaan Kimbab dan Sushi
-
Review I'm Mita, Your Housekeeper, Drama Jepang Misteri Berkedok Drama Keluarga
-
Drama Chihayafuru: Tsunagu, Side Story dari Rangkaian Film Live Action
-
Halo Wibu! Ini 7 Coffee Shop ala Jepang di Jakarta
-
3 Pembalap Indonesia Berjaya di ARRC Jepang 2022, Bawa Pulang Podium Sebagai Kado Kemerdekaan RI
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Penyebab Laba Bersih ADRO Meroket 76,84% di Semester I/2026
-
Terapi Stem Cell Kian Dikembangkan, Menjangkau Pengobatan Pengapuran Sendi hingga Kebutuhan Estetika
-
Cara Menentukan Shade Skin Tint agar Hasil Tidak Abu-Abu, Ini 6 Tips Memilihnya
-
Auto Glowing! 5 Booster Toner Korea untuk Kulit yang Tampak Lebih Sehat
-
Mahasiswa hingga Ibu Rumah Tangga Rebutan Jadi Relawan MotoGP Mandalika, Apa Menariknya?
-
Kata-kata Pertama Raja Haakon VIII, Raja Norwegia Baru
-
Tiga Tahun Kembangkan Rokok HS, Ini Kiat Sukses Owner M. Suryo: Inovasi dan Semangat Berbagi
-
Pengalaman yang Tak Masuk CV: Mengapa Kerja Domestik Dianggap Tak Bernilai?
-
Kabut Asap Karhutla Makin Pekat Memaksa Siswa Pontianak Belajar Daring
-
Warga Diterkam Buaya di Sungai Sendewo Meranti, Camat: Bukan Pertama Kali