Selama delapan tahun terakhir, Umar Patek mengatakan ia telah aktif dalam program-program deradikalisasi yang diselenggarakan lapas, BNPT maupun lembaga lain.
Menurut Zaeroji, lapas Surabaya tempat Umar Patek menjalani hukuman adalah salah satu lapas yang program deradikalisasinya dinilai berhasil.
“Sekarang ada tujuh napi terorisme di Lapas Surabaya dan semuanya telah menyatakan setia kepada NKRI,” ujar Zaeroji.
Sementara itu, rencana pengurangan masa penahanan ini datang di saat tahun ini akan diadakan peringatan 20 tahun bom Bali, yang direncanakan akan digelar di seluruh Australia, bulan depan.
PM Albanese menegaskan Pemerintah Australia akan melakukan kontak diplomatik dengan Indonesia atas pemberian remisi yang bisa membuat Umar Patek segera bebas.
“Kami pasti akan mengirimkan perwakilan diplomatik mengenai masalah ini, juga terkait masalah yang terus kami angkat yaitu tentang warga Australia yang saat ini berada di penjara Indonesia, demi kepentingan nasional Australia,” katanya.
“Kabar ini tentu saja akan menambah penderitaan yang dirasakan warga Australia. Saya memikirkan para keluarga korban bom Bali pagi ini,” tuturnya.
Sementara itu, pihak oposisi di Australia mendesak agar Pemerintah melobi Indonesia agar tidak membebaskan Umar Patek lebih awal.
Menteri Luar Negeri bayangan, Simon Birmingham mengatakan kepada stasiun televisi Sky bahwa keluarga para korban mengharapkan Umar Patek menjalani hukuman sampai 2029.
Baca Juga: Pelatih Baru Injak Kaki di Graha Persib, Umuh: Saya Perkenalkan Luis Milla, Saya Bangga Senang
“Tidak ada pembebasan dini bagi keluarga-keluarga itu dari rasa sakit dan penderitaan yang terus mereka derita,” urainya.,
“Dan sama sekali tidak masuk akal untuk mengharapkan atas nama mereka, atas nama semua warga Australia yang marah dan semua orang di seluruh dunia yang merasakan sakit dan kemarahan dari Bom Bali hampir 20 tahun yang lalu, bahwa mereka yang diadili, dihukum dan harus menjalani hukuman penuh mereka,” tambahnya.
“Pemerintah Albanese harus mengirimkan representasi yang kuat ke Indonesia, mendesak hal itu terjadi,” imbuhnya lagi.
Dalam kesempatan terpisah, Mantan Kapten Kingsley Football Club yang terletak di utara kota Perth di Australia Barat, Phil Britten berada di Sari Club bersama rekan satu tim nya saat bom meledak.
Dia mengatakan kepada ABC Radio Perth jika berita tentang pembebasan pembuat bom itu membuatnya terguncang.
“Saya mendengar berita itu tadi malam, dan saya tentu saja kecewa dan sejujurnya terguncang sekaligus takut,” katanya.
Berita Terkait
-
TERUNGKAP! Lima Jambret Wisman yang Dipamerkan di Monumen Bom Bali Kuta asal Karangasem
-
Lima Jambret Spesialis Wisman Dipamerkan di Monumen Bom Bali di Jalan Legian Kuta
-
PM Anthony Albanese Yakin AUKUS Tidak Akan Mengganggu Hubungan Australia-Indonesia
-
PM Australia Tak Akan Tutup Perbatasan dengan Indonesia Akibat Wabah PMK
-
PM Anthony Albanese akan Hadiri Pertemuan NATO
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
Terkini
-
Bojonggede-Kemang Segera Terhubung, Flyover Bomang Jadi Kunci Akses Bogor Utara
-
Indonesia Gandeng Teknologi Korea, Perkuat Pertahanan Hadapi Ancaman Siber yang Kian Kompleks
-
5 Krim Pagi untuk Mencerahkan Wajah Kusam, Bikin Kulit Glowing dan Sehat
-
Potret Kembaran Yamaha Grand Filano, Bodi Belakangnya Bengkak Bak Tersengat Tawon
-
Habib Jafar Sebut Korban Kecelakaan KRL Bekasi Mati Syahid
-
IHSG Bergejolak, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham di Tengah Krisis
-
Misteri Lampu Petromax, Siapakah Lelaki Pengantar Makanan Tengah Malam Itu?
-
Ulasan If Wishes Could Kill: Saat Permohonan Berubah Jadi Teror Kematian
-
Kisah Selamat Pasutri dari Kecelakaan Kereta di Bekasi, Sempat Terpental hingga Tak Sadarkan Diri
-
Guru Besar UI Soroti Langkah Hakim yang Hitung Sendiri Kerugian Korupsi Mantan Bupati Sleman