Deli.Suara.com – Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin menekankan pentingnya untuk mendata masyarakat miskin yang terus meningkat tajam belakangan ini akan menggiring banyak masyarakat masuk daam jurang kemiskinan.
Oleh karena itu, ia mengimbau agar pemerintah melakukan pemutakhiran data dimulai saat ini. Selain itu, pemutakhiran data ini juga seharusnya dilakukan dengan jenjang waktu yang lebih singkat.
“Karena masyarakat kita rentan untuk masuk dalam jurang kemiskinan, ditambah lagi kondisi ekonomi dunia tengah memburuk. Yang bisa merembet pada sulitnya tercipta lapangan kerja baru, yang bermuara pada peningkatan angka kemiskinan,” tutur Gunawan, Sabtu (27/8/2022).
Gunawan memaparkan saat ini kita tengah direpotkan dengan potensi lompatan laju tekanan inflasi seiring dengan rencana kenaikan harga BBM ke depan. “Menurut hemat saya, potensi lompatan inflasi ke depan itu tidak melulu dijadikan fokus utama agar diredam. Karena sejauh ini, inflasi dari sumbangan volatile food itu tengah bergerak turun. Yang dikhawatirkan ke depan adalah inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga yang diatur oleh pemerintah,” jelasnya.
Dalam bahasa lainnya, menurut Gunawan, adalah fokus untuk mengendalikan inflasi inti. Namun sekali lagi, inflasi inti juga terukur nantinya. Artinya karena pemerintah berwenang untuk menentukan berapa penyesuaian harga BBM, tarif listrik, LPG atau sejumlah tarif lain yang diatur, maka besaran inflasi inti juga dengan mudah diperkirakan.
Gunawan menilai, jika harga BBM dinaikkan, maka inflasi pasti naik. Bukan hanya inflasi inti, inflasi secara keseluruhan juga akan naik. Jadi apa yang akan dilakukan pemerintah ke depan itu bukan meredam inflasi, tetapi lebih kepada bagaimana memitigasi dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi itu sendiri.
“Jadi, upaya yang dilakukan seharusnya memastikan bahwa distribusi barang dan jasa tetap lancar, tidak terjadi penimbunan komoditas tertentu, tetap tercipta mekanisme pembentukan harga yang adil, meminimalisir penyelewengan, hingga koordinasi lintas instansi yang diperkuat. Itu yang dilakukan nantinya saat harga BBM sudah dinaikkan,” tuturnya.
Lagi-lagi, setelah ada penyesuaian harga BBM, inflasi juga bisa diproyeksikan. Maka selanjutnya adalah pemerintah memastikan besaran angka inflasi di masing-masing wilayahnya tidak lebih besar atau jauh lebih tinggi dari realisasi rata-rata nasional. Kalau ada daerah yang inflasinya melampaui rata-rata terlalu jauh, maka langsung dicari titik masalahnya dimana.
Kebijakan seperti itu sebagian besar merupakan rutinitas yang terjadi pada umumnya yang dilakukan oleh setiap TPID. Jadi belum ada cara baru untuk meredam gejolak inflasi di masa yang akan datang, hanya upaya yang lebih ekstra saja yang dilakukan untuk memastikan bahwa upaya menjaga inflasi tersebut benar-benar dilukan maksimal.
Baca Juga: Unggahan Video Faizal Assegaf yang Dilaporkan Erick Thohir Ke Bareskrim
Berita Terkait
-
Subisidi BBM Butuh Tambahan Anggaran Rp195,6 Triliun Jika Harga Tidak Dinaikkan
-
Minta Pemerintah Tak Naikkan BBM Subsidi, PDI P Jabar Kasih Rekomendasi Ini
-
Khawatir Inflasi, PDI Perjuangan Jabar Minta Presiden Tunda Kenaikan Harga BBM Subsidi
-
Minta Jokowi Tak Naikkan Harga BBM Subsidi, Ono PDIP: Membebani Rakyat
-
Satu Kapal Motor Tanker Diduga Seludupkan BBM Ilegal di Perairan Sengkuang Batam
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Transformasi Gerai Donat: Menu Makin Variatif dan Punya Teknologi Self-Ordering
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
Belanja Hemat April 2026: 17 Produk Indomaret Diskon Besar, Ada yang di Bawah Rp10 Ribu
-
Dari Elit BUMN ke Viral di Tikungan Maut, Siapa 3 Komisaris Pusri? Ada Arteria Dahlan
-
Laga Hidup Mati di GOR Jatidiri: Siapa yang Akan Melaju ke Puncak Proliga 2026?
-
Bogor Diguyur Hujan Lebat, Bendung Katulampa Masih Aman di Level Siaga 4
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Dari Layar Kaca ke Lapangan: Ambisi Eberechi Eze Wujudkan Mimpi Liga Champions di Arsenal
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?