/
Selasa, 30 Agustus 2022 | 16:01 WIB
Banjir menggenangi ruas jalan di Sunggal. (Istimewa)

Deli.Suara.com - Warga yang bermukim di seputaran Jalan Sehat Kecamatan Medan Sunggal dibuat resah dengan kondisi genangan air yang masuk ke areal pemukiman warga.

Tercatat dalam bulan agustus ini terjadi 2 kali banjir yang dialami warga meliputi  Gang Sehat 1, Sehat 2 dan Gang Abadi. 

Hujan selama 2 jam yang mengguyur kota Medan pada hari Senin (29/8/2022) kemarin menjawab kekhawatiran warga. Genangan air mencapai 50 sampai 70 cm menggenangi pemukiman masyarakat.

Salah seorang warga, Syahbuana menuding pembangunan tembok pagar oleh Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) menjadi penyebab banjir.

"Dulu hujan sederas bagaimanapun tidak pernah banjir seperti sekarang ini, kalaupun ada genangan air, sudah surut dalam 30 menit atau 1 jam," ucapnya, Selasa (30/8/2022).

Ia menambahkan, bahwa Lurah Sunggal pernah berjanji bahwa bila masih menjabat dan apabila BBPLK Medan melakukan renovasi tembok di wilayah Jalan Sehat, maka drainase parit akan di satukan ke BBPLK. 

"Nyata-nya, sampai pembangunan sudah selesai drainase yang dijanjikan tidak terpenuhi," ucapnya lagi. 

Hal tersebut juga di benarkan oleh Ucok tambunan yang merupakan warga terdampak. 

Banjir yang sering di alami warga jalan sehat Lingkungan 2 Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal sebenarnya telah di komunikasikan kepada kepling lingkungan 2 bernama Yudi serta Lurah Kelurahan Sunggal yang bernama Rinaldi Syahputra Siagian. 

Baca Juga: Geger Kemunculan Harimau Mangsa Ternak Lembu di Langkat

Namun aduan masyarakat ini ditanggapi dengan tidak sungguh-sungguh oleh mereka.

Tidak ada bentuk pencegahan konkrit dan negosiasi untuk mencari solusi yang dilakukan oleh aparatur  pemerintahan Kecamatan, Kelurahan dan kepala lingkungan 2 terhadap BBPLK Medan membuat masyarakat warga lingkungan 2 berinisiatif melakukan pertemuan untuk mencari langkah-langkah konkrit dalam penyelesaian masalah tersebut. 

Menurut Renaldy Ketua BKM Mesjid Al Washliyah pertemuan yang diselenggarakan oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, pengurus BKM dan seluruh masyarakat yang berada di gang sehat 1, sehat 2 dan gang abadi (masyarakat yang terkena dampak banjir) menghasilkan beberapa rekomendasi dan rencana aksi yakni:

Pertama, secara administrasi masyarakat terdampak dan terkena banjir akan mengirimkan surat tertulis kepada BBPLK Medan serta ke berbagai instansi pemerintah lainnya agar dapat menyelesaikan permasalahan yg terjadi. 

"Secara spesifik BBPLK Medan harus  bertanggung jawab dan membuka saluran air yang tersendat, serta mengkombinasi sistem drainase antara parit masyarakat dengan parit yang dibuat oleh BBPLK Medan," ungkapnya.

Kedua, warga akan melakukan aksi penyampaian aspirasi ke instansi BBPLK untuk mendorong percepatan permasalahan banjir yang di hadapi oleh warga. 

Load More