/
Selasa, 06 September 2022 | 14:37 WIB
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo. (Foto: Istimewa)

Deli.Suara.com – Mantan Kaden A Biro Paminal Divisi Propam Polri, Kombes Pol Agus Nurpatria diketahui tidak hanya merusak barang bukti CCTV di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.

Ia juga diduga turut melakukan pelanggaran lain saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait pembunuhan berencana Brigadir J.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, atas perbuatannya itu Agus terancam sanksi etik maksimal berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat atau PTDH.

“KBP ANP (Agus Nurpatria) ini dia bukan hanya melanggar satu pasal, dia melanggar beberapa pasal selain merusak barang bukti CCTV ada juga pelanggaran lain pada saat melaksanakan olah TKP,” kata Dedi, di Gedung TNCC Mabes Polri, Selasa (6/9/2022).

Beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh Agus itu nantinya akan dibuktikan dalam sidang Komisi Kode Etik Polri atau KKEP hari ini. Dalam sidang tersebut, hakim KKEP akan mendengarkan keterangan dari 14 saksi.

Dedi mengatakan, ke-14 saksi tersebut di antaranya Brigjen Pol Hendra Kurniawan, Kombes Pol Ridwan Soplanit, Kompol Baiquni Wibowo, Kompol Chuk Putranto, AKP Irfan Widyanto dan lain-lain.

“Ini nanti akan diuji oleh hakim komisi dan juga menggali keterangan para saksi, dan juga barang bukti yang dihadirkan oleh penuntut di sidang kode etik Polri ini. Insya Allah malam atau dini hari nanti akan disampaikan langsung diputus hasilnya,” ujar Dedi.’

Diketahui, KKEP telah memecat tiga anggota Polri terkait kasus ini. Ketiganya adalah Ferdy Sambo, mantan PS Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri, Kompol Chuk Putranto dan mantan PS Kasubbagriksa Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri, Kompol Baiquni Wibowo.

Ferdy Sambo dipecat atau dijatuhkan sanksi berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) karena terlibat dalam pembunuhan berencana Brigadir J. 

Baca Juga: Sosok Kombes Agus Nurpatria, Putra Sunda, Anak Buah Ferdy Sambo yang Terancam Dipecat dalam Sidang Etik

Di sisi lain, ia juga diduga telah melakukan pelanggaran terkait upaya menghalangi pengungkapan kasusnya atau obstruction of justice. 

Sedangkan Chuk Putranto dan Baiquni Wibowo dijatuhkan sanksi PTDH karena turut membantu Ferdy Sambo dalam menutupi kejahatannya. Salah satunya yaitu merusak CCTV di sekitar rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan yang menjadi Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan Brigadir J.

Atas sanksi yang dijatuhkan KKEP, Ferdy Sambo, Chuk Putranto dan Baiquni Wibowo kompak menyatakan banding.

“Itu hak yang bersangkutan. Dari fakta-fakta persidangan dari pemeriksaan para saksi dan barang bukti yang tadi diuji oleh Komisi Sidang Kode ETik, maka Komisi Sidang Kode Etik bulat mengambil keputusan yang tadi saya sebutkan,” ujar Dedi.

Selain keempatnya, ada tiga anggota Polri lainnya yang turut terseret dalam perkara ini. Mereka di antaranya, Brigjen Pol Hendra Kurniawan selaku mantan Karopaminal Divisi Propam Polri dan mantan Kasubnit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri AKP Irfan Widyanto.

Ketujuh perwira menengah dan tinggi Polri ini telah ditetapkan tersangka terkait tindak pidana obstruction of justice. Polri saat ini tengah melengkapi berkas perkaranya sebelum diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung RI untuk selanjutnya diadili di pengadilan.

Sumber: Suara.com 

Load More