Deli.Suara.com - Sinetron Preman Pensiun 7, akan kembali hadir menyapa pemirsa, Kamis (27/10/2022).
Episode sebelumnya, Otang dkk telah menemukan penadah hadphone. Mereka mengintrograsi siapa orang yang menjual hanphone Otang. Karena ketakutan, sang penjual pun memberi tahu yang yang menjualnya.
Setelah mengetahui ciri-ciri penjual tersebut, mereka langsung mencari keberadaannya. Tak lama, mereka menemukan seorang pencopet itu. Otang dkk tanpa belas kasih sayang menghajar pencopet tersebut agar kegiatannya ini tak diulangi.
Puas menyiksa sang pencopet, Otang dkk penasaran apakah kegiatannya ini terorganisir atau perorangan. Sebab, belakangan hari ini banyak masyarakat yang kehilangan dompet maupun handphone di angkutan umum maupun pasar.
Tanpa disangka, ungkapan sang pencopet itu diluar dugaan Otang dkk. Ia mengaku disuruh oleh Toni untuk melakukan tindakan kejahatan ini. Agar Otang dkk di terminal terus tergantung kepada Toni untuk meminjam uangnya.
Setelah puas mendengar alasan pencopet, Otang dkk sengaja tidak melakukan balas dendan terlebih dahulu kepada Toni. Anggap saja ini merupakan hal yang natural seperti biasa.
Agar tindakan buruk Toni terus dilakukannya. Supaya kedepan, Otang dkk benar-benar melabrak Toni dan menghajarnya maupun membawa ke polisi. Otang dkk pun menyuruh pencopet itu terus melakukan tindakan yang dilakukannya sesuai perintah Toni.
Disis lain, Roy dan Lidya terus melakukan pendekatan. Mereka pun sering pergi maupun pulang bersama dari pekerjaan di kafe. Sementara, Eneng Safira yang selalu memendam rasa kangennya ingin bertemu. Hanya saja, Eneng tak bisa katemu dikarekan Roy lagi sibuk.
Disclaimer : Sebagai informasi bahwa Sinopsis Preman Pensiun 7 ini hanyalah prediksi semata, dimana kemungkinan akan tidak terjadi dalam alur cerita aslinya.
Baca Juga: PKS: Ahmad Heryawan Bagus dan Layak Dampingi Anies Baswedan
Tonton sambungan Preman Pensiun 7, Kamis (27/10/2022). Tayang di RCTI pukul 19.00 WIB (Jadwal dapat berubah-ubah).
Reporter : Beni Nasution
Berita Terkait
-
Sinopsis Preman Pensiun 7: Kang Gobang Sakit, Cecep Tawarkan Kembali ke Terminal
-
Preman Pensiun 7 Semakin Seru: Kini Toni Mulai Merajai Terminal
-
Sinopsis Preman Pensiun 7, Senin 24 Oktober: Si Raja Copet Diburu Cecep dkk
-
Sinopsis Preman Pensiun 7, Minggu 23 Oktober: Roy Selingkuh, Kang Mus Murka
-
Sinopsis Preman Pensiun 7, Sabtu 22 Oktober: Kang Gobang Kembali Bekerja Jadi Buruh Bangunan
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau
-
Viral Wuling Binguo Hangus Terbakar saat Sedang Parkir
-
Wanti-wanti LPG Mau Digantikan CNG: Bahaya, Tekanannya 25 Kali Lipat!
-
Alasan Perang Iran Bikin Harga BBM Tetap Mahal Meski Pasokan Minyak Dunia Melimpah
-
Ubah Sampah Makanan Jadi Aksi Iklim: Jejak Food Cycle Indonesia Tekan Emisi dari Limbah Pangan
-
Viral Pemotor di Cikarang Tabrak Penyapu, Pura-pura Menolong Lalu Kabur Sambil Buang Sandal Korban!
-
Jaga Alam, Jaga Kehidupan: Festival Raksha Loka Dorong Aksi Kolektif Untuk Masa Depan Hijau
-
Overworked tapi Underpaid: Realita Dunia Kerja yang Diam-diam Dinormalisasi
-
TB Hasanuddin: Kritik Pemerintah Bukan Ekstremisme, Perpres 8/2026 Rawan Multitafsir
-
Siasat Licin Kiai AS Hindari Polisi, Kabur ke Wonogiri Naik Travel Demi Tak Terlacak