/
Jum'at, 19 Mei 2023 | 14:13 WIB
Hoaks Timnas Thailand (Gambar sampul video YouTube berisi hoaks tentang Timnas Thailand.)

Kabar tentang kerusuhan yang melibatkan ofisial Timnas Thailand terhadap manajer Timnas U-22 Indonesia di final SEA Games 2023, yang berujung pada sanksi dan kecaman, belakangan diklaim semakin bertambah parah.

 

Timnas Thailand, yang kalah dengan skor 2-5 dari Indonesia, dikabarkan mendapat perlakuan buruk dari warga negaranya sendiri.

Pemain-pemain diklaim diusir dan menerima banyak ancaman, dan ketika mereka tiba di Bandara, mereka disebut-sebut dilempari batu oleh warga sendiri.

Namun, benarkah hal tersebut?

Pemeriksaan fakta

 

Informasi ini dibagikan oleh kanal YouTube LIGANYA DAGELAN dalam video terbaru mereka pada Kamis (18/5/2023).

"TIBA DI BANDARA LANGSUNG DILEMPARI BATU!! Pemain Timnas Thailand Diusir Warga Thailand dan Diancam," demikian judul video yang diunggah kanal YouTube tersebut.

Baca Juga: Minta Surya Paloh Tak Bermental Lembek, Amien Rais: Pukul Balik, Jangan Diam Saja!

 

Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, terungkap bahwa judul video tidak mencerminkan konten yang dibagikan.

Video tersebut sebenarnya membahas tentang hukuman yang diberikan wasit setelah kerusuhan di final SEA Games 2023, di mana wasit memberikan 3 kartu merah untuk ofisial Thailand dan 1 kartu merah untuk kubu Indonesia.

 

Asosiasi sepak bola Thailand telah meminta maaf kepada manajer Timnas Indonesia, namun meski mendapat kecaman dari warganya, tidak ada bukti bahwa para pemain diusir atau dilempari batu oleh warganya sendiri, seperti yang dinarasikan dalam judul video.

 

Eks kiper Thailand, Kawin Thamsatchanan juga turut mengkritik sikap pemain timnas Thailand dan meminta maaf atas kejadian tersebut.

Namun, tidak ada pembahasan tentang ancaman atau pengusiran yang dilakukan warga dengan melempar batu kepada para pemain yang baru tiba di bandara dalam video tersebut.

 

Kesimpulan

Dengan demikian, berita tentang para pemain Thailand yang diklaim diancam dan diusir dengan dilempari batu oleh warganya adalah tidak akurat.

Video yang diunggah oleh LIGANYA DAGELAN dapat dikategorikan sebagai 'false connection', karena judul dan isi berita yang disajikan tidak konsisten.

Load More