News / Metropolitan
Rabu, 15 April 2026 | 12:59 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. [Suara.com/Adiyoga]
Baca 10 detik
  • Pramono menyatakan kemacetan ibu kota disebabkan oleh praktik angkutan umum yang ngetem terlalu lama.
  • Pemprov DKI Jakarta berencana menambah armada Mikrotrans dan JakLingko untuk meningkatkan kelancaran arus transportasi publik masyarakat.
  • Penambahan armada akan dibarengi pembenahan tata kelola transportasi agar layanan lebih efisien dan meminimalisir praktik pungutan liar.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti kemacetan di sejumlah ruas jalan ibu kota yang dipicu angkutan umum yang ngetem terlalu lama untuk menunggu penumpang.

Menurut Pramono, kondisi tersebut terjadi karena keterbatasan armada di tingkat layanan paling dekat dengan masyarakat, seperti Mikrotrans dan JakLingko.

“Yang pertama, Mikrotrans, JakLingko dan sebagainya, tentunya memang armada ini perlu ada penambahan,” kata Pramono.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera menambah jumlah armada guna memperbaiki kelancaran arus transportasi di level bawah.

“Kami akan segera mempersiapkan untuk dilakukan penambahan supaya arus transportasi di tingkat paling masyarakat ini berjalan menjadi lebih baik,” ujarnya.

Pramono menjelaskan, praktik ngetem yang terlalu lama menjadi salah satu penyebab utama kemacetan di jalan.

Sopir angkutan kota mendorong armada rekannya yang mogok di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Jumat (9/9/2022). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa].

“Karena memang kalau ngetem terlalu lama itu yang menyebabkan kemacetan, apalagi kalau kemudian ada pungli, ada macam-macam. Dan itu yang akan kami lakukan pembenahan,” ungkapnya.

Menanggapi kekhawatiran sopir angkutan umum konvensional terkait persaingan dengan layanan terintegrasi seperti JakLingko, Pramono menegaskan sistem yang berjalan saat ini sudah terbuka.

“Kalau untuk Mikrotrans maupun JakLingko kan sebenarnya sudah sangat transparan. Nggak ada daerah yang seperti Jakarta yang pengelolaannya transparan, apalagi digratiskan,” jelasnya.

Baca Juga: Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!

Ia memastikan, penambahan armada akan dibarengi dengan pembenahan tata kelola agar layanan transportasi publik semakin efisien tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat kecil.

Load More