Seks malam pertama setelah sah menikah jadi momen yang dinanti banyak pasangan. Sayangnya, ada beberapa mitos yang sering kali membikin kecewa.
Jangan berekspektasi terlalu berlebihan. Agar tidak terjadi salah paham, dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa mitos seks malam pertama yang tak perlu dijadikan patokan lagi.
Keluar darah saat pertama kali berhubungan seks
Ini adalah salah satu mitos yang paling umum. Saat malam pertama, wanita harus mengalami pendarahan sebagai tanda bahwa dirinya baru berhubungan seksual pertama kali.
Padahal, tak semua wanita mengalaminya. Pendarahan saat malam pertama bisa terjadi, tapi juga mungkin tidak.
Faktor-faktor seperti elastisitas hymen, tingkat kecemasan, atau aktivitas fisik sebelumnya bisa memengaruhi kemungkinan adanya pendarahan. Jadi, komunikasikan secara terbuka dengan pasangan tentang ekspektasi dan menghormati tubuh masing-masing.
Kepuasan seksual yang optimal
Tak sedikit orang yang punya ekspektasi bahwa malam pertama harus sempurna dan bikin kedua pihak puas. Padahal, kepuasan seksual adalah proses yang akan berkembang seiring berjalan waktu dan butuh komunikasi yang baik antara pasangan.
Malam pertama mungkin terasa begitu canggung dan itu wajar. Hargai proses eksplorasi bersama dan berikan waktu untuk membangun keintiman.
Baca Juga: Cowok Pemalu Harus Coba 5 Posisi Seks Ini, Enak-Enak Sambil Berdiri Bikin Lebih Puas
Performa seksual pria
Mitos menyebut pria harus ahli dalam urusan ranjang, bahkan sejak malam pertama. Namun, perlu dipahami bahwa setiap pasangan punya kebutuhan, preferensi, dan keinginan yang berbeda.
Malam pertama adalah momen untuk belajar satu sama lain, berbagi ekspektasi, dan eksplorasi bersama. Pengalaman pertama tidak harus sempurna. Penting untuk saling mendukung dan membangun kepercayaan diri satu sama lain.
Rasa sakit
Ada juga mitos bahwa wanita pasti akan mengalami rasa sakit yang luar biasa ketika berhubungan seksual pertama kali. Namun, wanita mungkin saja hanya merasa sedikit sakit karena faktor kenyamanan.
Nyatanya, rasa sakit dapat dikurangi dengan pelumas yang cukup, foreplay, dan komunikasi yang jujur antara pasangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Dharma Pongrekun Soal Virus Nipah: Setiap Wabah Baru Selalu Datang dengan Kepentingan
-
Chivu Tertawakan Gampangnya Inter Milan Bobol Gawang Sassuolo, Sindir Jay Idzes?
-
Rahasia Gelap Italia di Final Piala Dunia 1994, Ada Dua Pemain Ngumpet Saat Adu Penalti
-
Ketua TP PKK Kabupaten Bogor Desak Jajaran Bijak di Era Digital Demi Kesejahteraan Masyarakat
-
Tragedi Pilu di Parungpanjang, Siswa SDN Cibunar 04 Meninggal Tertabrak Kereta Sepulang Sekolah
-
Rapim TNI-Polri, Prabowo Tekankan Pengabdian untuk Rakyat
-
Apakah Libur 45 Hari di Bulan Puasa Benar? Cek Jadwal Libur Ramadhan 2026
-
5 Poin Penting Kasus Ngeri Warga Tangerang Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik dan Wajah Dilakban
-
Gelar Seleksi Pemain, Maestro Solo Bakal Ikuti Pro Futsal League 2 2026
-
Update Pencalonan Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028, Ternyata Ada Tantangan Berat