Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan sempat kepleset lidah saat menyampaikan pemaparannya di acara Geopolitical Forum VII, Rabu (14/6/2023).
Luhut menjadi keynote speaker dalam acara yang berlangsung menggunakan bahasa Inggris tersebut. Dikenal lincah berbahasa Inggris, Luhut pun memaparkan soal kondisi maritim, sumber daya alam dan lokasi Indonesia yang jadi jalur perdagangan penting di dunia.
"If we look at Indonesia, we can play a very vital role in here. Connectivity to Latin America, to Australia, to Africa [Kalau kita lihat Indonesia, kita bisa memainkan peran vital di sini, hubungan dengan Amerika Latin, ke Australia, ke Afrika]," jelas Luhut dlam forum yang juga ditayangkan secara langsung oleh akun Youtube Lemhannas RI tersebut.
Luhut pun menceritakan soal potensi Indonesia dan negara-negara yang berada di selatan mengenai program kehutanan tropis atau Tropical Forestry.
"I just comeback from Africa and were going to establish The Global Souths, it is Tropical Forestry [Saya baru saja kembali dari Afrika dan kami baru saja membentuk Global South untuk membahas Tropical Forestry]," papar Luhut.
"Tropical Forestry basically controlled by countries the souths, like 75 percents, and also critical mineral. [Tropical Forestry pada dasarnya dikendalikan oleh negara-negara yang berada di selatan, nyaris 75 persen, begitu juga dengan critical mineral]," lanjut Luhut menjelaskan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia dan beberapa negara di belahan bumi selatan.
Menggebu-gebu, Luhut pun mempertanyakan kenapa dengan sumber daya alam sekaya itu masih membuat Indonesia harus mengekspornya, bukan mengelolanya sendiri.
"Why we aren't allowed to proccess our own minerals? Why we should export? You know. [Kenapa kita tidak diperbolehkan untuk memproses moneral kita sendiri? Kenapa kita harus ekspor?]," cecar Luhut.
Di momen inilah Luhut sempat terpeleset lidah mengumpat dalam bahasa Inggris.
Baca Juga: Ekspresi Aurel Hermansyah Disorot saat Joget Bareng Geni Faruk dan Adik Ipar: Tertekan Banget
"What the hell of the..." Luhut menyadari kalimatnya kasar. Ia lantas meminta maaf.
"Sorry to say," kata Luhut sambil menutup mulutnya.
Berita Terkait
-
Tak Mau Diobrak-abrik, Luhut Minta Presiden Baru Jangan Bicara Perubahan
-
Menko Luhut Marah Besar Soal Mandor Asing Awasi Proyek IKN
-
Menko Luhut Jawab Pihak Yang Kritik IKN Gunakan Mandor Bule
-
Bantah Fatia KontraS, Anak Buah Luhut: Kalau Kami Provokasi dari Dulu Banyak yang Dilaporin!
-
Kontroversi Luhut Pakai Mandor Bule Buat IKN, Demi Kualitas?
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Malan Ini Lawan Indonesia, Pelatih Vietnam Geram dengan Wartawan: Jangan Bongkar Kelemahan Kami
-
Kebakaran KM Mutiara Sentosa II: Lima Orang Meninggal, KNKT Selidiki Penyebab
-
Menuju Akreditasi Unggul 2027, Universitas Muhammadiyah Jambi Gelar Baitul Arqam Dosen & Tendik
-
Perusahaan Fintech Tak Pernah Berubah? Justru Itu yang Harus Diwaspadai
-
Komisi VI: Tantangan Kopdes Merah Putih Kini Bukan Sosialisasi, tetapi Kepercayaan Publik
-
Kasus Bigmo Dinilai Ancam Anak Jadi Target Promosi Vape, FKBI Desak Polisi Lanjutkan Proses Hukum
-
Bukan Sekadar Angka di Layar: Menagih Kedaulatan Rupiah dan Jurus BI Lepas dari Kecanduan Dolar
-
Pemerintah Luruskan Aturan Ekspor Logam Tanah Jarang, Produk Ikutan Tak Dilarang
-
Selat Hormuz Makin Panas Meski Donald Trump Batalkan Serangan ke Iran
-
Saat Korban Pencurian Harus Mengingatkan Polisi Akan Tugasnya