/
Kamis, 15 Juni 2023 | 14:46 WIB
Ketua DPP PDIP Puan Maharani bersama Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Instagram)

Politisi PDI Perjuangan (PDIP) Deddy Sitorus angkat bicara soal tudingan menjadi pelakor politik dalam kaitannya dengan pertemuan Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

Deddy Sitorus menjelaskan bahwa aksi Puan mengajak AHY bertemu itu merupakan sikap politik yang positif. Apalagi hubungan keduanya sudah berjalan baik sebelumnya.

"Bulan Juni NasDem mengumumkan tiga nama sebagai capres. Agustus. Bu Puan berkunjung ke kantor NasDem. Belum pernah ada komentar dari PDIP tentang calon NasDem sehingga tak ada masalah," kata Bestari dikutip Kamis (15/6/2023).

Deddy lantas menyarankan agar hubungan dingin PDIP dengan Demokrat yang berlangsung lama itu sebaiknya perlahan dihilangkan.

"Kalau dengan Demokrat, tadi sudah disebutkan, ketika SBY berkuasa, PDIP di luar pemerintahan, ketika Jokowi berkuasa, Demokrat berada di luar pemerintahan. Now it's over," tegas Deddy.

Ia menambahkan agar para parpol-parpol yang sudah berkoalisi tidak perlu khawatir dengan kehadiran PDIP yang dianggap mengintervesi kekuatan koalisi.

"Nggak perlu takut pelakor kalau cintanya memang sudah tanpa syarat. Tapi kalau cintanya masih bersyarat-syarat wajar khawatir," pungkas Deddy.

Demokrat Tetap Dukung Anies

Partai Demokrat menegaskan tetap konsisten pada Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) dalam mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres). 

Baca Juga: Persis Solo Datangkan Asisten Pelatih Baru, Diumumkan Sebelum Lawan Jeonbuk Hyundai Motors

Ini merupakan jawaban atas rencana pertemuan Puan Maharani dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang sebentar lagi akan terlaksana.

Dikatakan Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat (Wasekjen) Didik Mukrianto, Demokrat tetap berada dalam komitmen kepada KPP.

"Kami membangun komitmen untuk membangun koalisi dengan semangat perubahan," ujar Didik kepada Catatan Demokrasi dikutip Liberte Suara, Kamis (15/6/2023).

Menurut Wasekjen Demokrat itu, Puan-AHY tidak akan membangun tembok, yang terjadi adalah kedua pemimpin muda itu akan mendirikan jembatan persatuan untuk Indonesia.

Namun demikian, ujar Didik, Demokrat tetap meminta Anies untuk segera mengumumkan pasangannya. Tetapi, ini bukan sebuah langkah mengintervensi haknya sebagai capres.

"Karena kami sudah sepakat untuk memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada Mas Anies untuk memilih calon wakil presiden (cawapres)," kata Didik, mengutip keterangan Sekjen Demokrat.

Load More