/
Kamis, 15 Juni 2023 | 14:51 WIB
Putri Ariani dibayar Jokowi

Putri Ariani dikabarkan mendapatkan bayaran RP 7 triliun dari Presiden Joko Widodo. Kabar itu pertama kali disebarkan oleh YouTube Portal Jurnalis. 

Informasi itu disebar di akun YouTube mereka dengan judul 'Gempar Malam Ini ! Putri Ariani America's Got Talent Dibayar 7 Trilliun Oleh Presiden Joko Widodo'. Dalam thumbnail video tersebut terlihat foto yang telah diedit sedemikian rupa sehingga terlihat Putri Ariani tengah bertemu dengan Jokowi di panggung America's Got Talent. 

Lantas benarkah kabar tersebut?

Cek Fakta:

Dari penulusaran, video itu hanya berisi yang membahas dukungan dari sejumlah pihak pada Putri Ariani. Disebutkan pula bahwa Putri Ariani mendaptkan dukungan dari Menteri BUMN Erick Thohir, Menparekraf Sandiaga Uno, dan juga Duta Besar Indonesia di Amerika Serikat. 

Apresiasi sejumlah pihak ke Putri Ariani memang benar adanya. Termasuk Kepala Negara ingin mengundang Putri Ariani untuk bernyanyi di Istana Kepresidenan, Jakarta saat peringatan HUT RI ke-78 pada 17 Agustus 2023 mendatang.

Dalam undangan tersebut Putri Ariani juga menyanyikan dua lagu di hadapan Jokowi membuat warganet riuh di media sosial.

Selain berbincang, Putri Ariani juga diberikan uang saku oleh Jokowi meski tak menyebutkan nominalnya. Meski demikian tidak disebutkan nominalnya. 

Sementara dalam narasi yang disampaikan oleh video di YouTube tadi juga tidak menyebutkan dengan jelas nominal yang diberikan oleh Presiden Jokowi. Bahkan sama sekali tidak menyinggung hal tersebut. 

Baca Juga: Persis Solo Datangkan Asisten Pelatih Baru, Diumumkan Sebelum Lawan Jeonbuk Hyundai Motors

Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran dan pengecekan fakta yang dilakukan terhadap sumber-sumber terpercaya, bisa dipastikan bahwa kabar Presiden Jokowi memberikan uang Rp 7 Triliun ke Putri Ariani adalah berita yang tidak benar atau hoaks.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More