Satuan Reserse Kepolisian Resor Kota Banyumas mencari pelaku yang menguburkan bayi di lahan tepi Sungai Banjaran, Kelurahan Tanjung, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, setelah temuan benda diduga tulang manusia berhasil diidentifikasi.
"Berdasarkan identifikasi Tim Forensik RSUD Prof Margono Soekarjo Purwokerto temuan benda diduga tulang manusia itu memang tulang bayi," kata Kepala Satreskrim Polresta Banyumas Komisaris Polisi Agus Supriadi Siswanto, Selasa (20/6/2023).
Ia mengatakan, tulang bayi tersebut diperkirakan sudah terkubur kurang lebih selama satu tahun.
Menurut dia, perkiraan tersebut berdasarkan kondisi kain atau baju yang ditemukan membungkus tulang bayi.
"Oleh karena itu, kami saat ini tengah mencari pelaku yang tega mengubur bayi atau jasad bayi yang tulangnya ditemukan pekan lalu," tegasnya.
Ia mengatakan berdasarkan keterangan lima orang saksi yang merupakan warga sekitar lokasi penemuan muncul beberapa nama yang mengarah ke pelaku.
Bahkan, kata dia, dari keterangan saksi diketahui ada perempuan yang diketahui pernah hamil dan kandungannya dikabarkan mengalami keguguran.
"Kami akan segera melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah benar keguguran atau tidak. Kami akan berupaya mengungkap kasus ini secepatnya," kata Kasatreskrim.
Benda diduga tulang manusia itu ditemukan dua orang pekerja, Slamet (50) dan Purwanto (44) pada hari Kamis (15/6) saat sedang meratakan tanah bekas kolam yang baru dibeli Prasetyo Utomo (42), warga Kelurahan Tanjung RT 01 RW 02, Kecamatan Purwokerto Selatan, Banyumas, sekitar tiga bulan lalu.
Saat seorang pekerja, Purwanto mengaku saat itu dia berada di samping Slamet yang sedang mencangkul gundukan tanah di lahan tepi Sungai Banjaran tersebut.
Menurut dia, Slamet dikejutkan dengan adanya buntalan kain tertimbun di tanah.
"Pak Slamet tanya ke saya 'apa ini ya', saya pun menyuruh dia untuk menarik kain yang ternyata tiga helai baju. Ketika ditarik ternyata di dalamnya terdapat tulang seperti tengkorak yang sudah hancur," jelasnya.
Temuan tersebut selanjutnya dilaporkan pemilik lahan, Prasetyo Utomo ke Ketua RT 01 RW 04 Saryono dan diteruskan ke petugas Bhabinkamtibmas setempat.
"Pada intinya, kalau memang itu benar tulang manusia, saya berharap bisa dipindahkan dan dimakamkan dengan selayaknya. Kalau masalah lainnya, saya serahkan sepenuhnya ke polisi yang akan melakukan penyelidikan," kata Prasetyo Utomo.
Petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Purwokerto Selatan bersama Tim Inafis Polresta Banyumas dan Puskesmas Purwokerto Selatan yang datang ke lokasi pada Kamis (15/6) sore langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan benda-benda yang diduga tulang manusia itu untuk dibawa ke RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto. (Sumber: Antara)
Berita Terkait
-
Benarkah Bayi Tabung Jalan Terakhir Pasutri Sulit Punya Momongan? Dokter Kandungan Ungkap Faktanya
-
Penemuan Benda Diduga Tulang Manusia di Tanjung Banyumas Gegerkan Warga, Polisi Turun Tangan
-
Kasus Pembuangan Bayi Baru Lahir Disebut Meningkat di NTB
-
Remaja di Medan Ditangkap Usai Buang Mayat Bayi ke Loteng, Ini Tampangnya
-
Polresta Banyumas Tangkap 12 Tersangka Kasus Narkoba Selama Bulan Mei
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati