Tuduhan mengenai praktek pungutan liar (pungli) di Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai terungkap setelah skandal video call cabul yang dilakukan oleh petugas rutan KPK, Mustarsidin (35), kepada istri seorang tahanan berinisial BL.
Setelah mengungkap perilaku Mustarsidin yang tidak senonoh, keluarga tahanan justru ditekan dan diperas oleh pihak Rutan KPK.
Berdasarkan surat putusan Dewan Pengawas KPK, dilihat hari Senin (26/6/2023), terdapat keterangan bahwa adik tahanan tersebut diperas sejumlah kali dengan total mencapai Rp72,5 juta.
Dalam putusan Dewas KPK, dinyatakan bahwa pemberian uang tersebut berlangsung selama tahun 2022 sebanyak lima kali, dengan rincian sebagai berikut: Agustus Rp 22.500.000, September Rp 15.000.000, Oktober Rp 15.000.000, November Rp 10.000.000 dan Desember Rp 10.000.000.
Tumpak Hatorangan Panggabean, Ketua Dewas KPK, mengkonfirmasi bahwa kasus pungli di Rutan KPK ini terungkap berkat laporan soal perilaku asusila tersebut.
Kisah ini dimulai ketika Mustarsidin, petugas Rutan KPK, diduga melakukan tindakan tidak senonoh kepada istri seorang tahanan KPK.
Dia diduga meminta istri tahanan untuk menunjukkan bagian tubuh sensitifnya melalui panggilan video WhatsApp.
Akhirnya, keluarga tahanan KPK melaporkan insiden ini ke Dewas KPK. Dari sini, kasus pungli juga terungkap.
Sejauh ini, KPK telah membentuk tim khusus untuk menangani kasus pungli. Tim ini terdiri dari unit pegawai KPK dan pihak eksternal dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Baca Juga: KPK Pamerkan Duit Pencucian Uang Lukas Enembe Rp 81,6 Miliar, Disusun 20 Baris, 4 Tumpukan ke Atas
Para pegawai yang diduga terlibat telah diberhentikan sementara untuk memfasilitasi proses penyelidikan.
Kasus ini terungkap di Rutan KPK yang berlokasi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, yaitu gedung utama lembaga antikorupsi ini.
Diduga ada puluhan petugas rutan KPK yang terlibat dalam praktek pungli ini, dengan total dana yang diperoleh mencapai Rp 4 miliar dan kemungkinan akan bertambah.
Berita Terkait
-
3 Aksi Bejat Petugas Rutan KPK Mustarsidin: Paksa VCS Hingga Perlihatkan Kemaluan
-
Yudi Purnomo Sarankan Korban Pelecehan Petugas KPK Lapor Polisi
-
2 Transpuan di Medan yang Laporkan Pemerasan Tangkap-Lepas Rp 50 Juta Ngaku Sering Didatangi Polisi, Ada Apa?
-
Sepi dan Tak Terpantau CCTV, Petugas M Video Call Tak Senonoh dengan Istri Koruptor di Poliklinik Rutan KPK
-
Selain Pelecehan, Mustarsidin Pegawai KPK Tunjukkan Kemaluannya ke Istri Tersangka
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Kenduri Kurban di Pidie Jaya, Tradisi yang Sembuhkan Duka Penyintas Banjir
-
Cushion Sudah Mahal tapi Tetap Abu-Abu? Mungkin Undertone Anda Salah
-
7 Sepatu Lari Daily Trainer Paling Awet: Tetap Nyaman Meski Sudah Menempuh Ribuan Kilometer
-
Catat! Laga Timnas Putri Indonesia vs Singapura Digelar Tanpa Penonton di Arcamanik
-
Dulu Rusak Akibat PETI, Sungai di Tebo Kini Jadi Tempat Anak Muda Menanam Kehidupan
-
Bandung Terancam Jadi Lautan Sampah Pasca Libur Panjang
-
Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo