/
Rabu, 28 Juni 2023 | 16:57 WIB
PDIP ; Gibran Rakabuming Raka (Suara.com/Alfian Winanto)

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka disebut anak ingusan oleh politisi senior PDIP Panda Nababan

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ariyo Bimmo lantas menanggapi pernyataan tersebut. Menurutnya, hal itu tidak etis.

Ariyo menilai Gibran sudah membuktikan dirinya mampu menjadi Wali Kota Solo. Bahkan, Solo bisa berkembang menjadi kota kreatif dan ekonominya bertumbuh berkat Gibran.

"Apa yang dilakukan Gibran di Solo seperti elevated rel, revitalisasi Solo Technopark Park, Taman Balekambang, IKM Mebel Gilingan dll. adalah hal yang luar biasa. Mungkin jauh melebihi prestasi politisi-politisi senior lainnya," ujar Ariyo.

Ia mengatakan bahwa politisi senior PDIP harusnya malu pada Gibran yang disebut anak ingusan, padahal memiliki prestasi. 

"Masih muda saja sudah punya prestasi luar biasa, ketimbang yang sudah senior tapi belum punya prestasi apa-apa," lanjutnya.

Menurut PSI, harusnya politisi senior berterima kasih pada orang-orang muda seperti Gibran yang masih muda tetapi mau terjun ke politik untuk membereskan berbagai masalah.

"Masalah yang juga tidak lepas dari "mungkin" ulah politisi-politisi senior yang sekarang masih merasa nyaman berkuasa. Waktunya yang Senior bertaubat," ujarnya.

PSI menyatakan usia bukan lagi menjadi jaminan seseorang siap memimpin atau tidak. 

Baca Juga: Gibran Pamer Foto Dirinya Berbadan Kekar 'Ndeprok' di Sawah, Warganet Melongo: Eksotis

"Tidak pantaslah politisi senior PDIP menyebut Gibran "Anak Ingusan". Kalau PDIP tidak menghargai  anak muda berprestasi seperti Gibran dengan menyebutnya anak ingusan, PSI siap menerima Gibran," pungkasnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Load More