- Pemerintah membuka rekrutmen 30 ribu manajer Koperasi Desa Merah Putih periode 15–24 April 2026 untuk mengelola unit usaha desa.
- Penempatan tenaga kerja kontrak dua tahun tersebut berpotensi mendorong konsumsi dan meningkatkan aktivitas ekonomi lokal di pedesaan Indonesia.
- Sistem manajemen risiko yang kuat diperlukan untuk mengantisipasi potensi kredit macet akibat pengelolaan pembiayaan berskala masif bagi koperasi.
Suara.com - Program rekrutmen 30 ribu manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dinilai berpotensi memberikan suntikan ekonomi jangka pendek bagi masyarakat desa. Namun di balik itu, terdapat risiko besar yang perlu diantisipasi, terutama terkait pengelolaan pembiayaan dalam skala masif.
Pengamat dari Center of Reform on Economics Indonesia (CORE) Yusuf Rendy Manilet menyebutkan, penempatan tenaga kerja terdidik melalui skema kontrak dua tahun akan menciptakan aliran pendapatan baru di desa.
“Dari sisi dampak ekonomi, memang benar bahwa penempatan 30 ribu tenaga kerja terdidik dengan skema kontrak dua tahun akan menciptakan dorongan konsumsi jangka pendek di desa,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.
Menurut Yusuf, tambahan pendapatan dari para manajer tersebut berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, terutama di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses keuangan dan sektor formal.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa dampak tersebut tidak bisa dilihat secara parsial. Program ini terhubung langsung dengan skema pembiayaan koperasi yang bernilai besar.
Dengan asumsi plafon kredit mencapai Rp3 miliar per koperasi dan target puluhan ribu unit, potensi eksposur pembiayaan menjadi sangat signifikan. Karena itu, dibutuhkan sistem manajemen risiko yang kuat agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Yusuf menekankan bahwa peran para manajer tidak sekadar sebagai pekerja, melainkan pengelola unit usaha yang harus berhadapan langsung dengan dinamika bisnis di lapangan.
“Di titik ini, 30 ribu manajer tadi bukan lagi sekadar pekerja, mereka adalah operator dari sebuah mesin pembiayaan yang sangat masif,” katanya.
Ia juga mengingatkan, jika unit usaha koperasi tidak berjalan optimal, risiko kredit macet bisa muncul dan berdampak luas, termasuk berpotensi membebani keuangan negara.
Baca Juga: Cara Daftar Manajer Koperasi Desa Merah Putih 2026 Via HP, Tinggal 8 Hari Lagi!
“Ini bukan lagi soal pemberdayaan desa, tapi soal bagaimana negara mengambil alih risiko dari aktivitas ekonomi yang belum tentu matang secara komersial,” ujar dia menambahkan.
Selain aspek pembiayaan, Yusuf menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan dengan pelaku usaha lokal agar kehadiran koperasi tidak justru mengganggu ekosistem ekonomi desa yang sudah terbentuk.
Dari sisi kelembagaan, ia menegaskan bahwa penguatan koperasi harus tetap berpijak pada prinsip dasar, yakni berbasis anggota dengan partisipasi aktif dan kepemilikan bersama.
Sebagai informasi, pemerintah telah membuka rekrutmen 30.000 manajer Kopdes Merah Putih pada 15–24 April 2026. Para peserta yang lolos seleksi akan bekerja di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun.
Berita Terkait
-
Cara Daftar Manajer Koperasi Desa Merah Putih 2026 Via HP, Tinggal 8 Hari Lagi!
-
Jadwal Lengkap Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih, Pendaftaran Cuma 10 Hari
-
Syarat Daftar Manajer Koperasi Merah Putih yang Gaji Capai Rp8 Juta Per Bulan
-
Link Rekrutmen Manajer Koperasi Merah Putih: Syarat, Jadwal, dan Cara Daftar
-
Contoh Surat Sehat Jasmani dan Rohani untuk Daftar Manajer Kopdes Merah Putih, Jangan Sampai Salah
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
Terkini
-
wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi
-
Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester
-
Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026
-
Kasus Tragis di Kediri, Nenek Diduga Aniaya Cucu hingga Meninggal Dunia
-
Tambahan 24 Pesawat Tempur Rafale Masih Dikaji, Kemhan Pastikan Belum Ada Kontrak Baru
-
Gercep Respons Bencana Alam, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua Diganjar KWP Awards 2026
-
Bareskrim Sita 23 Ton Pangan Ilegal di Pontianak, Pemasok Utama Diburu
-
Jejak Kelam Syekh Ahmad Al Misry, Pendakwah Ternama Diduga Lecehkan Santri Laki-laki
-
KPK Soroti Mahalnya Biaya Politik, Ajukan Lima Rekomendasi Perbaikan Pemilu
-
8 Orang Tewas dalam Tragedi Helikopter Jatuh di Sekadau, KNKT Dalami Penyebab Kecelakaan