/
Jum'at, 07 Juli 2023 | 15:29 WIB
Ketum PSSI Erick Thohir kena sindir politikus Demokrat. ((Dok. PSSI))

Politikus Partai Demokrat Eko Jhones menyindir Ketua Umum PSSI Erick Thohir setelah ramai rencana renovasi Jakarta International Stadium (JIS) untuk Piala Dunia U-17 dikaitkan dengan isu politik.

Dalam akun Twitter pribadinya @ekojhones77, Eko mengusulakan Erick yang juga Menteri BUMN untuk tidak memakai JIS untuk Piala Dunia U-17 kalau hanya dijadikan ajang politisasi.

"Ngakak aja deh ya. Gw rasa gak usah pakai JIS deh kalau hanya ajang politisasi," ujar Eko Jhones dikutip, Jumat (7/7/2023).

Ia menuturkan banyak stadion di Indonesia. Lagi-lagi ia menyindir ada stadion yang lampu penerangannya buruk.

"Kan banyak stadion di Indonesia ini tuh tmpat gw lahir juga ada Stadion Bima Cirebon. Ajuin aja dah tinggal nyalain obor kalau main malam hari sebab lampunya dimaling orang," kata dia.

Sebelumnya, dalam tinjauan Erick Thohir, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bersama Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono, disimpulkan bahwa rumput Stadion JIS belum berstandar FIFA, sehingga harus diperbaiki.

Pria yang digadang-gadang bakal jadi Cawapres ini mengklaim hanya ingin memastikan bahwa JIS memenuhi standar sebagai venue Piala Dunia U-17 2023, tidak ada niat lainnya.

JIS diklaim Erick, belum standar FIFA sehingga butuh perbaikan agar bisa menggelar pertandingan Piala Dunia U-17 2023. Oleh karena itu, PSSI dan pemerintah ingin memperbaiki JIS agar bisa digunakan.

Erick menjelaskan apa yang dilakukan ini murni kepentingan sepak bola. Menurutnya, sama sekali tidak ada isu politik di dalamnya.

Baca Juga: Syarat Masuk Thailand Terbaru 2023: Tidak Wajib Vaksin dan PCR

"Jangan niat baik semua, apalagi niat baik pecinta sepak bola ini, dirunyami karena isu politik. Ya pemilihan presiden itu jalan ada sendiri. PSSI sendiri sudah membuktikan saat pemilu sepak bola tidak berhenti musim kompetisinya. Tetapi penontonnya 50 persen karena situasi pemilu," kata Erick Thohir di Stadion Madya, Jakarta, Kamis (6/7/2023).

"Jadi saya berharap, jangan ini jadi polemik seakan-akan politik. Enggak ini, kita sedang mendorong makin banyak stadion yang standar FIFA, ketika ada pertandingan FIFA, supaya FIFA bisa memilih," jelasnya.

Load More