Pelatih Bulutangkis asal Malaysia Hafiz Hashim mengungkapkan kekesalannya terhadap negaranya sendiri. Pasalnya, ia mengungkapkan pelatih lokal Malaysia tidak dihargai negaranya sendiri karena gajinya kalah jauh dengan pelatih asal Indonesia yang melatih pebulutangkis negeri jiran itu.
Ungkapan tersebut disampaikan mantan pebulutangkis nomor satu Malaysia Hafiz Hashim kepada Harimau Malaya. Hafiz yang saat ini melatih di India mencontohkan ada pelatih asal Indonesia yang bertugas di negara ini, yang digaji lebih dari pelatih lokal.
"Di Malaysia, pelatih lokal tidak dibayar tinggi, tapi mengapa pelatih asing harus sebaliknya?" ujarnya.
Ia menilai, karena adanya kesenjangan tersebut memicu banyak pelatih Malaysia yang lebih menerima tawaran dari luar negeri.
Tak hanya itu, ia juga mengatakan, jika pelatih lokal Malaysia kurang dihargai di negara sendiri. Tetapi malah mendapat tawaran gaji yang lebih tinggi di luar negeri.
Hafiz pun mengaku tidak heran, jika banyak pelatih asal Malaysia yang ingin merantau.
"Bagi saya, negara asing lebih menghargai pelatih dari Malaysia daripada negaranya sendiri, mereka menawarkan gaji yang lebih besar dan kami sebagai pelatih tentu menginginkan gaji yang bagus," katanya.
Ia bahkan menilai, gaji yang diterima pelatih lokal tidak layak dibandingkan pelatih asal Indonesia.
"Tanyakan kepada pelatih manapun jika gaji yang ditawarkan kecil, tentu mereka tidak mau menerimanya, kami berbicara berdasarkan situasi ekonomi saat ini," katanya kepada Harimau Malaya.
Namun Hafiz membantah, poin utama banyaknya pelatih Malaysia yang menerima tawaran lebih besar di luar negeri karena uang. Ia menyatakan, pelatih asal Malaysia yang tersebut lebih kepada mempertanyakan, mengapa Malaysia dapat membayar gaji pelatih luar negeri lebih tinggi daripada pelatih lokal.
"Sebenarnya konteksnya sama, kalau mereka membayar pelatih lokal seperti yang mereka tawarkan kepada pelatih asing, kami rasa sudah cukup."
Hafiz sendiri kini menjadi pelatih juara tunggal putri India, PV Sindhu. Ia diminta secara personal menjadi pelatih PV Sindhu untuk persiapan Olimpiade Paris 2024.
Untuk diketahui, saat ini tercatat ada tiga pelatih asal Indonesia yang menjadi juru latih bulutangkis di Malaysia, yakni Hendrawan yang sukses menelurkan pebulutangkis tunggal putra andalan negeri jiran itu, Lee Chon Wei.
Kemudian Rexy Mainaky yang melatih ganda putra nomor tiga dunia Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Terakhir, Nova Widianto yang akan melatih ganda campuran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
CEK FAKTA: Megawati Jadi Tersangka Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Benarkah?
-
Asri Welas Banting Tulang Sendiri Demi Anak, Nafkah dari eks Suami Diduga Abu-Abu
-
API Soroti Femisida dan Bias Hukum Jelang Hari Perempuan Internasional
-
Makna Imlek bagi Detektif Jubun: Menata Hati, Menjaga Integritas
-
Ramadan 2026 Jadi Momen Terberat Asri Welas, Bakal Tinggalkan Anak-Anak
-
Kebakaran Hebat Dekat Stasiun Lambuang Bukittinggi, 3 Warung Ludes
-
Izin Tambang Emas Martabe Belum Dicabut, KLH Pastikan Gugatan ke PTAR Terus Berjalan
-
Waspada Spyware! Ciri HP Kamu Sedang Disadap dan Cara Ampuh Mengatasinya
-
Mimpi Besar dari Kota Batik: Kick-Off MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 Musim 2025/2026
-
58 Huntara Bener Meriah Ditempati Korban Bencana, Total Bangunan 914 Unit