Pengamat politik Boni Hargens menyoroti nasib calon presiden (capres) dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Dirinya meragukan kalau Anies bisa berhasil maju ke panggung pesta demokraksi yang digelar pada tahun mendatang tersebut.
"Agak ragu juga apakah Anies bisa maju," kata Boni dikutip Senin (31/7/2023).
Hal tersebut disampaikan Boni karena melihat gelaga aneh yang ditunjukkan Partai Demokrat. Menurutnya, Partai Demokrat memperlihatkan gerak-gerik akan meninggalkan Koalisi Perubahan.
"Karena Partai Demokrat sebagai pelengkap itu mulai memperlihatkan niat untuk meninggalkan Koalisi Perubahan," ucapnya.
Semisal Partai Demokrat pergi dari barisan partai pendukung Anies, maka mantan Gubernur DKI Jakarta itu dapat dipastikan gagal mencicipi panggung Pilpres 2024. Sebab, Anies tidak memenuhi syarat ambang batas pengusungan capres atau presidential threshold karena hanya didukung oleh Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan PKS.
Sesuai dengan apa yang diatur dalam UU Pemilu, seorang capres harus mengantongi presidential threshold 20 persen.
Pada Pasal 5 Ayat 4 UU Nomor 23 Tahun 2003 disebutkan bahwa "Pasangan calon sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) hanya dapat diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang memperoleh sekurang-kurangnya 15% (lima belas persen) jumlah kursi DPR atau 20% (dua puluh persen) dari perolehan suara sah nasional dalam Pemilu anggota DPR."
"Kalau Demokrat pergi, dia enggak bisa maju. Nah katakanlah PKB misalnya nyebrang dia mau dukung Anies ya bisa saja mengisi ruang itu."
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Baca Juga: Waduh, Shin Tae-yong Disebut 'Tukang Tipu' Gegara Aksi Licik Ini
Berita Terkait
-
Susul PBB, Anis Matta: Partai Gelora Siap Deklarasikan Dukungan ke Prabowo dalam Waktu Dekat
-
Anies Blak-blakan Ngaku Dirinya Pemimpin Paling Mirip Jokowi, Ini Buktinya!
-
Menerka Arah Dukungan Rizieq Shihab Soal Capres 2024, Dukung Prabowo Lagi?
-
Anies Klaim Programnya Sama dengan Jokowi Saat Menjabat Gubernur DKI Ketimbang Ahok
-
Dibanding Ahok dan Djarot, Anies Klaim Gubernur DKI Paling Mirip Jokowi dalam Memimpin Jakarta
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Modus Dukun Pengganda Uang, Pria di Kemang Bogor Cetak Rp620 Juta Uang Palsu Pakai Printer
-
Identitas Terlacak! Polisi Segera Tangkap Pembunuh Pria yang Terkubur 3 Meter di Cikeas
-
Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi
-
Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah
-
Desa Pajambon Kuningan Bersinar Lewat Program Desa BRILiaN BRI, Berhasil Majukan Ekonomi Lokal
-
Detik-detik Perampokan Bersenjata di Indomaret Sekayu: Karyawan Ditodong, Brankas Dipaksa Dibuka
-
Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI
-
Pantauan Terkini: Rumah Ono Surono Sepi Usai Digeledah KPK, Hanya Ada Toyota Hardtop
-
9.401 Peserta BPJS PBI Tak Terlacak dan 3.934 Lainnya Telah Meninggal, Mensos Beri Penjelasan
-
BRI Lewat Program Desa BRILiaN Sukses Dorong Ekonomi Lokal Desa Pajambon Kuningan