Pegiat media sosial Jhon Sitorus memberikan pujian terhadap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Menurutnya, bakal capres 2024 dari PDIP itu telah menciptakan kesetaraan bagi umat beragama.
Hal itu diungkapkan loyalis Ganjar tersebut lewat akun Twitter resminya, @Miduk17. Jhon Sitorus mengklaim bahwa Ganjar telah menggratiskan tiket masuk untuk beribadah umat Hindu dan Buddha.
"Ganjar Pranowo menghadirkan kesetaraan bagi semua umat beragama," tulis Jhon Sitorus dalam akun Twitternya pada Kamis (3/8/2023).
Tiket masuk yang dimaksud, kata Jhon Sitorus, adalah terkait Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Ia menyebut bahwa kini umat Hindu dan Buddha tidak perlu membayar lagi saat masuk ke kedua Candi itu untuk beribadah.
"Di Prambanan dan Borobudur, umat Hindu dan Budha tidak dikenakan lagi tiket masuk untuk ibadah. Candinya dilestarikan, orang boleh pariwisata, event bisa digelar, ibadah musti wajib gratis," lanjutnya.
Cuitan Jhon Sitorus yang mengklaim Ganjar menggratiskan tiket masuk untuk pemeluk agama Hindu dan Budha langsung jadi sorotan. Hingga berita ini dipublikasikan, cuitannya telah dibaca 1.300 kali dan ratusan tanda suka.
Tak hanya itu, warganet juga membanjiri kolom komentar dengan banyak hujatan kepada Jhon Sitorus. Banyak yang mempertanyakan terkait klaim Ganjar menggratiskan tiket masuk rumah ibadah Hindu dan Buddha. Terlebih, Candi Prambanan tidak masuk ke dalam wilayah pemerintahan Ganjar.
"Prambanan bukan wilayah Pak Ganjar Pranowo. Lah memangnya ibadah itu bayar Duk?" kritik warganet.
"Tukang ngibul ndoro mu ini," sentil warganet.
Baca Juga: BREAKING NEWS, Tokoh Masyarakat Sekaligus Pengusaha Sumsel Kuyung Kritis Meninggal Dunia
"Halah tiket aja heboh, kalah jauh sama pak Anies do," tambah yang lain.
"Eh monyet, Prambanan itu di wilayah DIY," sahut warganet.
"Prestasi yang luwarbiyasa," sindir warganet.
"Prambanan itu Daerah Istimewa Yogyakarta, Borobudur itu di Jawa Tengah. Tolong literasinya ditingkatkan," tambahnya.
Berita Terkait
-
Usai Bertemu Prabowo, PSI soal Dukungan Capres: Kompas Kami Hari Ini Adalah Pak Jokowi
-
Bertandang ke Markas PSI yang Disebut Dukung Ganjar di Pilpres 2024, PPP Salut dengan Sikap Gerindra
-
Beberkan Arahan Langsung dari Megawati, Ganjar Pranowo: Saat Menjabat Ideologi Tak Boleh Bergeser
-
Dihadiri Ganjar Pranowo, DPP DPIP Kumpulkan Kepala Daerah dan Para Ketua DPC
-
Trending di Twitter, Bupati Kediri Dhito Himawan Siap Menangkan Ganjar Pranowo
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Profil Bripda Muhammad Rio: Eks Brimob Polda Aceh yang Membelot Jadi Tentara Rusia
-
Borneo FC Dikalahkan Dewa United, Bojan Hodak: Fokus Tim Sendiri
-
KPK Soroti Pengadaan 105 Ribu Mobil India Mahindra oleh Agrinas: Waspada Praktik Pengondisian
-
Cak Imin Pastikan Bantuan BPJS Tepat Sasaran, Masyarakat Miskin Tetap Bisa Berobat
-
Film Antara Mama, Cinta, dan Surga: Tradisi yang Menekan Generasi Muda
-
Pengiriman 21 Kg Sabu ke Jakarta Gagal, 2 Kurir Narkoba Ditangkap di Deli Serdang
-
Purbaya Blacklist Keluarga Dwi Sasetyaningtyas usai Viral Hina RI, Tagih Balik Dana LPDP Plus Bunga
-
Bos Agrinas Pangan Manut Diminta Tunda Impor Pikap dari India
-
Jadwal Buka Puasa Jakarta Hari Ini 23 Februari 2026, Catat Waktu Magrib & Isya
-
Komisi XII DPR Minta ESDM Hitung Akurat Kebutuhan Energi Ramadan-Lebaran: Jangan Ada Kurang Pasokan