/
Senin, 07 Agustus 2023 | 08:36 WIB
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. (Dok: Pemprov Jatim)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan belum memutuskan arah politiknya meski banyak partai politik yang mendekatinya untuk jadi bakal cawapres.

Khofifah belum menentukan apakah dirinya akan maju kembali pada Pilgub Jawa Timur atau justru maju sebagai bakal cawapres.

Meski digadang-gadang sebagai figur cawapres yang potensial, Khofifah belum bisa memastikan apakah ia akan mengabil tawaran menjadi cawapres atau tetap maju Pilgub Jatim.

Menurutnya, keputusan maju menjadi cawapres atau Pilgub Jatim masih menunggu apakah ada lampu hijau atau tidak.

Selain menjabat Gubernur Jatim, Khofifah juga menjabat di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yakni Ketua Umum PP Muslimat NU.

"Saya juga salah satu ketua PBNU sehingga langkah-langkah yang memang terkait dengan kebijakan-kebijakan makro organisasi harus mendapatkan green light. Nah itu yang saya belum melakukan komunikasi dan konfirmasi, tetapi bahwa apa yang terkonfirmasi kepada publik ya biar sementara mengalir saja, mengalir saja," tutur Khofifah di Jakarta, Minggu (6/8/2023).

Berdasarkan posisinya tersebut, Khofifah mengatakan, pengambilan keputusan tentu membutuhkan komunikasi dengan organisasi, tidak sesederhana mengatakan iya atau tidak. Begitu pula saat menjawab pertanyaan apakah manu Pilgub Jatim atau mengambil peluang menjadi cawapres bagi capres tertentu di Pilpres 2024.

"Nanti saja karena saya menjadi bagian dari apa ekosistem itu nanti akan ada apa green light dari katakan PBNU dan ulama-ulama yang selama ini memang konsolidasi di antara ulama kan berjalan dengan baik, tidak hanya persoalan politik, tapi soal-soal Bahtsul Masail itu luar biasa," kata Khofifah.

"Jadi koordinasi-koordinasi secara kultural itu menjadi bagian penting karena ada kultur apa saling menghormati dengan para ulama, kyai kita," sambung Khofifah.

Baca Juga: Respons Pelatih Tokyo Verdy Usai Beri Kesempatan Pratama Arhan Tampil di J2 League

Load More